Pre-order iPhone Duo dibuka Jumat pagi, dan dalam hitungan menit, situs Apple Store sudah memberi sinyal yang cukup jelas: ini bukan peluncuran biasa.
Pelanggan yang masuk ke toko online Apple pada 16 Oktober langsung disambut estimasi pengiriman November. Belum sempat kaget, angkanya sudah bergeser ke Desember. Sejam kemudian, sebagian slot sudah menunjukkan akhir Januari 2027. Berlaku untuk semua warna, semua konfigurasi penyimpanan, dari 256 GB sampai 2 TB.
Apple menyebut permintaan terhadap ponsel lipat pertamanya ini "benar-benar luar biasa", klaim yang, jujur saja, didukung data nyata dari antrean virtual yang amblas dalam tempo kilat. Perusahaan juga menegaskan akan terus menerima pesanan secara online sambil mempersiapkan kehadiran fisik di Apple Store global saat penjualan perdana dimulai 23 Oktober. Soal stok di toko fisik bagi pelanggan yang gagal dapat slot pre-order, Apple belum bersuara. Pertanyaan yang agaknya akan menggantung sampai hari H.
IPhone Duo sendiri layak mendapat semua kehebohan itu, setidaknya di atas kertas. Layar utama lipat 7,6 inci dipadu layar luar 5,4 inci, keduanya mendukung ProMotion dengan kecerahan puncak 3.000 nit. Chip A20 Pro fabrikasi 2 nanometer menjadi dapur pacunya, diklaim 20 persen lebih kencang di CPU dan 40 persen lebih gahar di GPU dibanding A19 Pro. Tiga konfigurasi kamera: 48 MP utama, 48 MP ultralebar, kamera depan 12 MP di layar luar, plus kamera under-display di layar dalam. iOS 27 sudah disesuaikan untuk mendukung Split View saat layar dibuka penuh. Apple juga menjanjikan dukungan Apple Pencil sebelum tutup 2026.
Harga? Tidak murah. Varian terendah 256 GB dibanderol US$1.999, atau sekitar Rp35,98 juta dengan kurs Rp18.000 per dolar. Naik ke 512 GB kena US$2.199, 1 TB di US$2.599, dan untuk yang paling royal, 2 TB dihargai US$3.199, setara kurang lebih Rp57,58 juta. Semua itu masih harga global, bukan angka resmi Indonesia.
Nah, ini yang relevan buat konsumen Tanah Air: Indonesia belum masuk daftar. Gelombang pertama peluncuran mencakup lebih dari 70 negara, termasuk Malaysia, Singapura, Vietnam, dan India. Gelombang kedua 30 Oktober menambah 28 negara lagi. Indonesia tidak ada di keduanya.
Satu-satunya sinyal datang dari CEO Erajaya Digital Joy Wahjudi. Saat ditanya soal iPhone Duo, ia menjawab singkat, "iPhone Duo, soon coming," di Jakarta, Jumat (16/10/2026), tanpa menyebut tanggal. Ketika didesak soal harga, jawabannya lebih pendek lagi: "Saya enggak bisa ngomong saat ini."
Respons minim, tapi tidak negatif. Bagi yang mengikuti saham distributor elektronik lokal, itu bisa dibaca sebagai konfirmasi implisit bahwa pembicaraan sudah berjalan. Kapan iPhone Duo landing di pasar Indonesia, itu cerita lain.