RABU, 7 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Pre-Order Black Flag Resynced Hajar Skull and Bone...

Tekno

Pre-Order Black Flag Resynced Hajar Skull and Bones, Demo Bocor Sebelum Rilis

Assassin's Creed: Black Flag Resynced mencatat pre-order Steam 5,39 kali lebih tinggi dari Shadows sebelum resmi meluncur 9 Juli 2026, meski diwarnai insiden bocornya demo game akibat jebolnya proteksi Denuvo.

Kami memainkan Assassin's Creed: Black Flag Disinkronkan Ulang di GR Live hari ini

Pre-order Assassin's Creed: Black Flag Resynced di Steam sudah melampaui total penjualan seumur hidup Skull and Bones, bahkan sebelum gamenya resmi rilis. Bagi Ubisoft yang sedang dalam tekanan berat, ini bukan statistik biasa.

Rhys Elliot, analis dari Alinea Analytics, mencatat angka pre-order Black Flag Resynced di Steam tercatat 5,39 kali lebih tinggi dibanding performa awal Assassin's Creed Shadows. Konteksnya penting: Shadows yang dirilis 2025 hanya mampu terjual sekitar 5,7 juta kopi, jauh tertinggal dari Odyssey dengan 10 juta kopi dan Valhalla yang mengantongi pendapatan sekitar US$1 miliar atau setara Rp17,9 triliun.

Skull and Bones bukan proyek sembarangan. Proyek ambisius itu menghabiskan waktu bertahun-tahun dan biaya tak sedikit sebelum akhirnya rilis 2024, lahir dari teknologi pertempuran laut yang pertama kali diperkenalkan di Black Flag asli. Kini Ubisoft Singapore, studio yang sama, justru mendaur ulang konsep itu lewat remake total yang agaknya jauh lebih disambut pasar. Ironis, tapi bak gayung bersambut bagi penggemar yang sudah lama menunggu.

Black Flag Resynced bukan sekadar cat baru di atas kanvas lama. Ubisoft membangun ulang seluruh sistem pertempuran laut dan elemen bajak laut dengan grafis modern serta mekanik yang diperbarui, ditambah konten narasi baru. Yang hilang: mode multipemain dan segmen cerita masa depan dari versi orisinal. Keputusan desain itu masih jadi bahan perdebatan di kalangan penggemar lama.

Game ini meluncur resmi 9 Juli 2026 di PC, PS5, dan Xbox Series X/S, membawa kembali Edward Kenway bersama Blackbeard dan Charles Vane ke kawasan Karibia era keemasan bajak laut.

Jelang perilisan itulah insiden tak terduga terjadi. Demo lengkap Black Flag Resynced bocor ke publik tepat sebelum tanggal rilis, mengungkap sejumlah rahasia plot yang coba disimpan rapat oleh Ubisoft. Insiden ini sekaligus mempertanyakan efektivitas Denuvo, sistem proteksi anti-pembajakan yang selama ini dianggap benteng terakhir publisher besar. Jebolnya Denuvo sebelum game bahkan tersedia secara resmi, entah kebetulan atau tidak, menjadi catatan yang menampar industri lebih dari sekadar soal satu judul.

Bagi Ubisoft, taruhan di Black Flag Resynced tidak kecil. Gelombang PHK berkala, penutupan sejumlah studio, kepercayaan pasar yang perlu dipulihkan pasca-Shadows: semuanya menumpuk. Antusiasme awal terhadap remake ini adalah sinyal yang mereka butuhkan, setidaknya itu klaim manajemen, dan masih perlu dibuktikan oleh angka penjualan aktual setelah rilis. Proyek game berskala besar kini butuh enam hingga delapan tahun pengembangan dengan biaya ratusan juta dolar. Ruang untuk miss? Nyaris tidak ada.