SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Prabowo Kunci Komitmen Fiskal: Defisit APBN Maksim...

Ekonomi

Prabowo Kunci Komitmen Fiskal: Defisit APBN Maksimal 3%, Rasio Utang Dijaga di 40%

Di hadapan 800 birokrat dan pejabat negara, Presiden Prabowo menegaskan komitmen fiskal ketat: defisit APBN dijaga di bawah 3 persen dan rasio utang tak boleh melampaui 40 persen dari PDB hingga tutup tahun 2026.

Penerimaan pajak tumbuh 14,3 persen sampai Maret, stok beras Bulog 4,6 juta ton, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama ditargetkan minimal 5,5 persen. Angka-angka itu bukan laporan rutin biasa. Rabu (8/4) kemarin, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 800 orang di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, dari menteri, eselon I, direksi BUMN, sampai petinggi TNI, Polri, dan Kejaksaan, untuk satu pesan yang ingin dikirim dengan lantang: fiskal Indonesia tidak akan oleng.

Airlangga Hartarto yang menyampaikan kepada pers seusai rapat berlangsung sekitar empat jam itu. Menko Perekonomian itu mengutip Prabowo yang secara eksplisit menegaskan rasio utang dijaga di level 40 persen terhadap PDB, jauh di bawah batas 60 persen yang diizinkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. "Demikian pula defisit APBN dijaga di level 3 persen. Ini akan dijaga sampai dengan akhir tahun," tegasnya.

Bukan sekadar retorika.

Penerimaan pajak hingga Maret tercatat Rp462,7 triliun, naik 14,3 persen secara tahunan. PMI manufaktur masih ekspansif. Cadangan devisa dan neraca pembayaran dilaporkan sehat, indeks keyakinan konsumen pun terjaga. Dari kumpulan indikator itu, pemerintah cukup percaya diri mematok proyeksi pertumbuhan kuartal I 2026 di kisaran 5,5 persen, angka yang disampaikan Menteri Keuangan dalam forum yang sama.

Ketahanan pangan turut masuk agenda. Produksi beras nasional sepanjang 2025 mencapai 34,7 juta ton, sementara stok Bulog kini bertengger di 4,6 juta ton. Agaknya ini sengaja ditampilkan sebagai bukti bahwa efisiensi anggaran yang dijalankan pemerintah tidak mengorbankan cadangan pangan strategis.

Soal penghematan, ada satu angka yang cukup mencolok: implementasi program Biodiesel B50 dijadwalkan bergulir per 1 Juli 2026, dan Airlangga menyebut kebijakan ini berpotensi menghemat kas negara hingga Rp48 triliun. Lumayan besar, kalau angka ini bisa dipercaya.

Prabowo juga memastikan subsidi BBM tidak akan dicabut, komitmen yang ia sampaikan di tengah situasi ketika harga minyak sempat menembus US$100 per barel akibat ketegangan militer antara Iran, AS, dan Israel. "BBM yang bersubsidi akan kita pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita," ujar Prabowo dalam taklimat yang disiarkan daring lewat YouTube Sekretariat Presiden.

Pertanyaannya: seberapa tahan komitmen fiskal ini kalau tekanan eksternal terus menguat? Harga minyak yang tinggi menggerus ruang belanja subsidi, pelemahan rupiah mendongkrak beban cicilan utang valas. Keduanya bisa mempersempit manuver APBN lebih cepat dari yang diproyeksikan. Komitmen 3 persen itu sah, tapi angka yang lebih penting untuk dicermati adalah realisasinya di kuartal-kuartal berikutnya.