Angka 2.635.919. Itu skor Antutu POCO X8 Pro Max, hampir dua kali lipat iPhone 13 yang masih dibanderol mahal di pasar bekas. Bagi sebagian orang, perbandingan ini terasa tidak apple-to-apple. Tapi justru di situlah poinnya.
Xiaomi lewat sub-brand POCO-nya sedang bermain di segmen yang makin sesak di 2026, dan X8 Pro Max adalah taruhan terbesar mereka. Chipset Dimensity 9500s fabrikasi 3nm jadi jantungnya, dengan lonjakan performa CPU 44% dan GPU 60% ketimbang generasi X8 Pro. Bukan upgrade kosmetik. Ini lompatan yang terasa, terutama buat pengguna yang doyan mobile gaming atau kerja dengan banyak tab terbuka sekaligus.
Soal baterai, 8.500 mAh adalah kapasitas terbesar di kelasnya saat ini. Klaim ketahanan hingga dua hari pemakaian normal tidak terlalu ambisius mengingat kapasitasnya. Yang lebih menarik, ada fitur bypass charging, yang memungkinkan daya langsung mengalir ke sistem saat di-charge tanpa "melewati" baterai. Suhu baterai lebih stabil saat gaming sambil nyolok charger. Detail kecil yang sebenarnya sangat diperhatikan oleh gamer serius.
Layar 6,83 inci dengan resolusi QHD+ dan refresh rate 120Hz melengkapi paket ini. Ditambah dukungan Wi-Fi 7 yang sudah siap buat beberapa tahun ke depan, eh, maksudnya, yang sudah jauh melampaui kebutuhan koneksi hari ini. Dibandingkan iPhone 13 yang masih bertahan di Wi-Fi 6 dan layar 60Hz, gap teknologinya memang lebar.
Namun bukan berarti X8 Pro Max tidak punya pesaing internal. Poco F7, berjalan di atas Snapdragon 8s Gen 4 dengan skor Antutu 1.416.433, tetap layak diperhitungkan. Baterai 6.500 mAh dengan fast charging 90W, layar AMOLED 6,83 inci 120Hz berkecerahan puncak 3.200 nits, plus Bluetooth 6.0, membuatnya lebih dari sekadar runner-up. Untuk pengguna yang tidak butuh performa tertinggi namun ingin efisiensi lebih baik, bisa jadi Poco F7 justru pilihan yang lebih masuk akal. Agaknya ini juga yang Xiaomi perhitungkan: dua produk untuk dua segmen yang berbeda tipis tapi nyata.
Kamera adalah satu-satunya area di mana narasi POCO mulai retak. DxOMark 125 milik iPhone 13 versus POCO X8 Pro Max yang bahkan belum punya skor resmi di platform itu cukup bicara banyak. Output kamera iPhone masih lebih konsisten dan natural, terutama di kondisi cahaya rendah. Trade-off yang harus diterima, bukan disangkal.
Rp7,5 juta. Di harga itu, POCO X8 Pro Max menawarkan proposisi yang sulit diabaikan, terutama jika dibandingkan dengan iPhone 13 bekas yang harganya masih di atas angka tersebut. Lebih berat, iya. Lebih mahal dari saudara satu keluarganya, juga iya. Tapi kalau prioritasnya performa mentah, baterai yang tidak bikin paranoid, dan konektivitas yang sudah melampaui zamannya, daftar alternatif di harga ini memang pendek. Pendek sekali.