SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  PHE Cetak Produksi 1,03 Juta BOEPD di 2025, DPR Mi...

Ekonomi

PHE Cetak Produksi 1,03 Juta BOEPD di 2025, DPR Minta Eksplorasi Digeber

PT Pertamina Hulu Energi membukukan produksi migas gabungan 1,032 juta BOEPD sepanjang 2025, menyumbang 65% lifting minyak domestik. DPR mendesak percepatan eksplorasi untuk mengerek angka lifting nasional.

PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD Sepanjang 2025 - Energi

Sepanjang 2025, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) membukukan produksi minyak dan gas gabungan sebesar 1,032 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), angka yang menempatkan anak usaha Pertamina ini sebagai tulang punggung produksi migas nasional dengan kontribusi 65% terhadap total lifting minyak domestik.

Direktur Utama PHE Awang Lazuardi merinci angka itu dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (25/5/2026). Produksi minyak tercatat 556 ribu barel per hari, terdiri dari 396 ribu barel dari blok domestik dan 160 ribu barel dari operasi internasional. Untuk gas, produksi menembus 2.757 MMSCFD, dengan porsi domestik 2.451 MMSCFD dan internasional 306 MMSCFD. Kalau dihitung secara ekuivalen termasuk seluruh portofolio internasional, totalnya bahkan menyentuh 1,332 juta BOEPD.

"Kita berkontribusi sebesar 65% dari total lifting minyak domestik. Sedangkan untuk gas kita berkontribusi sebesar 35% lifting gas domestik," ungkap Awang di hadapan para legislator.

Di balik capaian itu, ada tekanan yang tidak kecil dari Senayan. Komisi XII DPR mendesak PHE mempercepat eksplorasi guna mendongkrak lifting migas nasional yang beberapa tahun terakhir terus tergerus akibat penuaan lapangan dan minimnya penemuan cadangan baru. Bukan tanpa alasan. Target lifting minyak nasional yang dipatok pemerintah kerap meleset, dan PHE sebagai pemain terbesar jelas memegang kunci.

Pertanyaannya: seberapa cepat eksplorasi bisa dikonversi jadi produksi nyata? Siklus dari sumur eksplorasi hingga onstream bisa memakan waktu bertahun-tahun, dan itu baru terwujud kalau investasi, perizinan, serta kepastian fiskal berjalan mulus. Tekanan dari DPR, agaknya, lebih berfungsi sebagai sinyal politik ketimbang solusi teknis jangka pendek.

1,032 juta BOEPD. Bukan angka enteng. PHE kini mengelola portofolio blok yang tersebar dari Sumatra hingga Papua, ditambah operasi internasional di sejumlah negara, dan mempertahankan produksi di level itu saat lapangan-lapangan tua terus menyusut butuh kerja keras yang tidak main-main. Yang jadi catatan buat pelaku pasar energi: seberapa jauh PHE bisa menjaga angka ini tanpa suntikan cadangan baru yang berarti.