SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Perbankan  ›  Pham Duc An Ambil Alih Kemudi Bank Sentral Vietnam...

Perbankan

Pham Duc An Ambil Alih Kemudi Bank Sentral Vietnam 2026-2031

Majelis Nasional Vietnam merampungkan restrukturisasi pimpinan Bank Negara Vietnam dalam hitungan dua hari, menunjuk Pham Duc An sebagai gubernur baru untuk periode 2026-2031 menggantikan Nguyen Thi Hong yang naik jabatan ke kursi legislatif.

Tiga hari. Hanya selang tiga hari antara terpilihnya gubernur lama ke kursi parlemen hingga pengesahan penggantinya, sebelum upacara serah terima digelar resmi pada Rabu sore, 9 April 2026.

Pham Duc An kini resmi menjabat Gubernur Bank Negara Vietnam (State Bank of Vietnam/SBV) untuk periode 2026-2031. Majelis Nasional ke-16 mengesahkan pengangkatannya pada 8 April. Sehari sebelumnya, 6 April, pendahulunya, Nguyen Thi Hong, dipilih sebagai Wakil Ketua Majelis Nasional, naik dari posisi gubernur yang ia genggam selama bertahun-tahun.

Pergantian ini bukan sekadar seremonial. Dalam pidatonya di upacara serah terima, Nguyen Thi Hong secara terbuka mengakui bahwa sektor perbankan Vietnam melewati masa yang ia sebut "belum pernah terjadi sebelumnya" semasa kepemimpinannya. Tekanan besar, tapi diselesaikan dengan semangat solidaritas, begitu inti pesannya. Ia juga menegaskan keyakinan terhadap sang pengganti: rekam jejak Pham Duc An di industri keuangan, ditambah pengalaman memimpin dua provinsi besar, Quang Ninh dan Da Nang, agaknya menjadi modal yang tak bisa diabaikan Majelis Nasional saat menunjuknya.

Bukan figur sembarangan.

Pham Duc An sendiri, dalam kesempatan yang sama, tidak banyak berbunga-bunga. Ia berterima kasih kepada jajaran pimpinan partai dan negara atas kepercayaan yang diberikan, lalu langsung bicara soal medan yang menunggu. Konteks ekonomi domestik dan internasional, menurut dia, tengah berubah cepat dengan faktor-faktor yang sulit diprediksi, tuntutan terhadap pengelolaan kebijakan moneter pun semakin berat.

Bukan klaim kosong. Vietnam saat ini memang berjibaku dengan tekanan eksternal yang tidak ringan: volatilitas nilai tukar, dinamika suku bunga global yang masih bergejolak, dan pertumbuhan yang harus dijaga tanpa mengorbankan stabilitas harga.

Gubernur baru menetapkan tiga prioritas: stabilisasi suku bunga, menjaga keamanan sistem perbankan, dan peningkatan kualitas kredit. Ia juga berkomitmen memperkuat tata kelola institusi, menerapkan standar internasional, serta mendorong transparansi di seluruh ekosistem perbankan. Padat. Ambisius. Pertanyaannya, berapa lama transisi dari pidato ke eksekusi?

Sinyal awal dari pasar tidak menunggu lama. Sehari setelah pelantikan, sejumlah bank dilaporkan sepakat memangkas suku bunga seusai pertemuan dengan pimpinan SBV yang baru. Langkah cepat, entah kebetulan atau tidak, yang bisa dibaca sebagai upaya membangun kepercayaan di awal masa jabatan. Pola klasik, tapi efektif kalau konsisten.

Apakah komitmen transparansi dan stabilisasi itu cukup untuk menghadapi tekanan yang mengintai? Pasar sudah bergerak. Kini giliran kebijakannya yang harus membuktikan.