JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Perpajakan DDTC Ultah 10 Tahun: Harga Baru, Fitur...

Finansial

Perpajakan DDTC Ultah 10 Tahun: Harga Baru, Fitur Baru, Lomba Konten Rp10 Juta

Memasuki satu dekade, Perpajakan DDTC merombak struktur harga berlangganan dan menggelar Content Challenge berhadiah total Rp10 juta sepanjang Juni 2026.

Perpajakan DDTC Luncurkan Paket Harga Baru dan Gelar Content Challenge

Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah platform pajak digital bertahan, apalagi berkembang. Perpajakan DDTC merayakan usia satu dekadanya bukan dengan seremoni biasa, melainkan dengan merombak tampilan, memperbarui struktur harga, sekaligus membuka kompetisi konten berhadiah Rp10 juta.

Perjalanannya dimulai 2016, ketika DDTC Tax Engine pertama kali hadir sebagai fondasi riset dan data perpajakan Indonesia. Platform ini kemudian bertransformasi menjadi Perpajakan ID pada 15 Desember 2020, lalu rebranding lagi menjadi Perpajakan DDTC pada 18 Desember 2023. Kini, Juni 2026, momentum ulang tahun ke-10 dijadikan titik penting untuk menghadirkan revamp yang menyentuh pengalaman pengguna, struktur harga, hingga fungsionalitas konten secara menyeluruh.

Soal harga, ini yang paling menarik buat pengguna lama maupun calon pengguna baru. Empat paket berlangganan kini ditawarkan. Paket Student dibanderol Rp36.000 per bulan atau Rp360.000 per tahun. Paket Lite, eh, maaf, paket yang satu ini baru: Rp50.000 per bulan atau Rp500.000 per tahun. Paket Pro dipatok Rp300.000 per bulan atau Rp3 juta per tahun. Untuk kebutuhan korporat, ada Paket Enterprise dengan fitur yang bisa dikustomisasi; harga by request via WhatsApp hotline 0813-8080-4136. Pengguna yang memilih skema tahunan bisa menghemat setara dua bulan biaya langganan. Entah kebetulan atau tidak, strategi klasik retensi pelanggan ini terbukti cukup ampuh.

Pembaruan paling kentara ada di mesin pencarian. Kini terpusat dalam satu antarmuka, hasilnya langsung lintas dokumen: peraturan pajak pusat, peraturan pajak daerah, rekap peraturan, semuanya muncul sekaligus. Tidak perlu berpindah tab atau membuka browser baru hanya untuk mencari satu referensi regulasi. Fitur highlight dengan catatan anotasi pribadi juga ditambahkan, berguna bagi siapa pun yang kerap melakukan telaah peraturan secara mendalam. Khusus pengguna Premium Pro, tersedia notifikasi real-time langsung ke perangkat masing-masing.

Semua fitur itu kini bisa diakses dari ponsel, laptop, maupun tablet. Penyesuaian yang, agaknya, sudah lama ditunggu pengguna mobile.

Di luar pembaruan platform, Perpajakan DDTC juga membuka DDTC Content Challenge sepanjang 2-30 Juni 2026. Peserta diminta membuat video pendek maksimal 1,5 menit bertema "Ulas Kemudahan Akses Regulasi Pajak" dan mengunggahnya di Instagram Reels sebagai basis penilaian utama. TikTok, YouTube Shorts, dan LinkedIn boleh dipakai sebagai opsi tambahan. Wajib menyertakan hashtag #SatuDekadePerpajakanDDTC dan men-tag akun resmi @perpajakan.ddtc.

Tiga nominasi diperebutkan: peserta dengan kode referral terbanyak yang diklaim, konten terbaik pertama, dan konten terbaik kedua. Total hadiah Rp10 juta, plus akses premium bagi para pemenang. Pengumuman dijadwalkan 1 Juli 2026.

Kompetisi ini meluncur bersamaan dengan podcast baru bertajuk Tax Wrap Perpajakan DDTC yang tayang perdana 2 Juni 2026, dipandu presenter nasional Brigita Manohara bersama Made Astrin Dwi Kartini dari tim Perpajakan DDTC. Episode perdananya membahas empat aturan perpajakan yang sedang hangat di pertengahan 2026: aturan teknis Pajak Minimum Global, tata cara pelunasan cukai, pajak rokok, dan prosedur pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak. Cukup padat untuk satu episode perdana.

Bagi praktisi pajak, akuntan, maupun wajib pajak yang selama ini bergantung pada platform referensi regulasi, pembaruan ini layak dicermati. Struktur harga yang lebih modular memberi pintu masuk yang lebih rendah dibanding sebelumnya, setidaknya itu yang diklaim penyelenggara.