KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Panen Dividen Juni 2026: PSAB Tawarkan Yield 21%,...

Finansial

Panen Dividen Juni 2026: PSAB Tawarkan Yield 21%, UNTR hingga BBRI Masih Memerah

Musim dividen pertengahan 2026 menghadirkan peluang menarik, dengan PSAB memimpin yield fantastis 21 persen, sementara saham-saham big cap seperti UNTR dan BBRI justru masih tertekan di pasar sekunder.

Prospek Saham UNTR, ITMG, BMRI, Hingga BBRI Cs, Emiten Pembagi Dividen per Saham Terbesar Mei 2026

Musim panen dividen sudah tiba, dan daftarnya panjang. Sepanjang Mei hingga Juni 2026, puluhan emiten di Bursa Efek Indonesia mengumumkan jadwal pembagian dividen tunai dari tahun buku 2025, dengan angka yield yang, bagi sebagian nama, agaknya akan membuat investor tersenyum lebar.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) memuncaki daftar dengan yield paling agresif: 21 persen. Emiten tambang emas ini membagikan Rp105 per saham, dihitung dari harga terakhir di level Rp500, dengan cum date 11 Juni 2026. Angka dua digit seperti ini jarang terlihat di pasar modal Indonesia. Bisa jadi ada faktor risiko likuiditas yang perlu dicermati sebelum investor buru-buru masuk.

Di belakangnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menawarkan yield 17,85 persen lewat dividen Rp40 per saham pada harga Rp224, juga dengan cum date 11 Juni. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tidak kalah mengejutkan: Rp77,64 per lembar, yield 16,98 persen dari harga pasar Rp457, cum date 10 Juni. Tiga nama ini, semuanya dari sektor tambang, mendominasi papan atas.

Untuk investor yang lebih suka bermain aman, PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) membagikan Rp465 per saham dengan yield 7,46 persen dan cum date paling awal, 8 Juni 2026. CTBN juga yang paling awal keluar dari daftar tunggu. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) serta PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BLOG) kompak di angka 6,25 persen, masing-masing membagikan Rp35 dan Rp21 per lembar, keduanya cum date 10 Juni.

Sisi ritel tak absen. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ikut meramaikan dengan yield 4,20 persen dan 3,30 persen, cum date keduanya 12 Juni. Yield memang tidak seksi dibanding tambang, tapi kedua emiten ini dikenal defensif dan konsisten. Cocok untuk portofolio yang tidak suka kejutan.

Nama-nama blue chip seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga masuk daftar, membagikan Rp20 per saham dari harga Rp5.075, setara yield 0,39 persen. Kecil, ya. Tapi likuiditas dan keamanan BBCA tetap membuatnya jadi incaran institusi. Cum date ditetapkan 15 Juni 2026.

Nama-nama besar seperti PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), hingga PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tercatat sebagai pembagi dividen per saham terbesar pada Mei 2026. Ironisnya, hampir seluruh emiten dalam daftar ini masih terpantau memerah di pasar sekunder. Dividen jumbo dibagikan, harga saham tersungkur. Ini bukan fenomena aneh di pasar kita, dan sering kali mencerminkan tekanan yang lebih luas dari sentimen makro, pelemahan rupiah, atau rotasi sektor yang sedang berjalan.

Pertanyaannya: sampai kapan dua arah ini bisa bertahan bersamaan?

Kalender dividen Juni terbilang padat, dengan sebagian besar cum date jatuh antara 8 hingga 15 Juni, dan pembayaran diperkirakan bergulir akhir Juni sampai awal Juli. Investor yang berniat mengejar dividen perlu cermat memonitor tanggal ex date agar tidak keburu ketinggalan hak. Satu hal yang perlu diingat, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya: yield tinggi hampir selalu hadir bersama volatilitas harga yang tidak kalah tinggi.