Dua perangkat Oppo bergolak di permukaan hampir bersamaan, tapi keduanya bukan produk yang sama. Itu poin penting sebelum buru-buru menyimpulkan.
Oppo K15 sudah punya tanggal: 24 Juli 2026, meluncur resmi di China. Perangkat berkode model PYD110 ini sudah mengantongi sertifikasi TENAA sejak Juni lalu, dan spesifikasinya cukup untuk membuat segmen menengah sedikit kikuk. Chipset yang dipakai adalah MediaTek Dimensity 7360 Super dengan arsitektur AI bernama Tidal Engine, kombinasi yang diklaim Oppo mampu mendorong efisiensi pemrosesan.
Tapi yang paling mencolok dari K15 bukan chipset-nya. Oppo menyematkan kipas internal aktif yang berpadu dengan Vapour Chamber seluas 4.950 mm², ukuran yang terbilang agresif untuk kelas menengah. Sistem ini dirancang khusus mencegah thermal throttling saat gaming atau penggunaan berat berkepanjangan. Jujur saja, fitur semacam ini lazimnya cuma ditemukan di ponsel gaming khusus yang harganya dua kali lipat. Atau lebih.
Baterai K15 berkapasitas 8.000 mAh ditopang teknologi Glacier Battery Energy Gathering yang, menurut Oppo, membuat bodi tetap ramping meski kapasitasnya jumbo. Pengisian cepat 80W tersedia, ditambah bypass charging supaya pengguna tetap bisa main saat mengisi daya tanpa baterai kepanasan. Layarnya panel datar 6,59 inci. Di sektor kamera, ada dua sensor 50 MP, satu di antaranya dilengkapi OIS. Sertifikasi IP69 turut melekat, standar proteksi debu dan air bertekanan tinggi yang jarang mampir ke kelas ini.
Lalu muncul karakter kedua: Oppo PYZ110. Beda kode, agaknya beda segmen.
Perangkat ini terpantau di basis data TENAA pada pekan terakhir Juli 2026 dengan nomor model berbeda, dan para analis yakin ini bukan K15. Dokumen TENAA untuk PYZ110 mengungkap layar LCD 6,75 inci beresolusi HD Plus (720 x 1.600 piksel), prosesor 2,4 GHz yang identitasnya masih dirahasiakan, serta pilihan RAM 6GB dan 8GB dengan penyimpanan hingga 512GB.
7.780 mAh. Itulah kapasitas rated baterai PYZ110 yang kemungkinan besar akan dipasarkan sebagai 8.000 mAh. Mirip K15 di atas kertas, tapi konteksnya lain. Kamera belakang 50 MP dipadu sensor tambahan, kamera depan 8 MP. Dimensi fisiknya 166,47 x 78,23 x 8,88 mm, bobot 224 gram, sensor sidik jari ditempatkan di samping bodi.
Dari semua petunjuk itu, spekulasi mengerucut ke satu arah: PYZ110 kemungkinan besar masuk lini Oppo A-Series, keluarga yang diposisikan di segmen lebih terjangkau. Oppo belum mengonfirmasi nama komersialnya, apalagi harga dan jadwal peluncuran.
Menarik kalau dicermati lebih jauh. K15 membidik pengguna yang butuh performa stabil dalam sesi panjang, dengan pendingin aktif sebagai nilai jual utama. PYZ110, kalau data TENAA bisa dipercaya, membidik pengguna yang prioritasnya daya tahan baterai dengan kantong lebih terbatas. Dua perangkat, dua proposisi nilai berbeda, dari produsen yang sama dalam rentang waktu berdekatan.
Apakah keduanya akan masuk Indonesia? Belum ada jawaban. Tapi kalau Oppo serius mendorong kedua perangkat ini ke pasar global, konsumen lokal yang selama ini berputar di kisaran Rp 3-5 juta punya alasan untuk menahan jempol sebentar.