OPPO rupanya belum selesai dengan lini A6. Dua perangkat baru sekaligus dilempar ke pasar global: A6k dan A6c, keduanya membidik segmen entry-level dengan dua modal utama yang sama persis, eh, bukan em dash, dua modal yang identik: baterai jumbo 7.000 mAh dan layar 120Hz.
Bukan angka kecil untuk kelas harganya.
A6k hadir dengan layar LCD 6,75 inci, resolusi HD+, refresh rate 120Hz. Kecerahan puncaknya tercatat 1.125 nits, cukup garang untuk pemakaian di bawah terik matahari. Dapur pacunya mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 6300, pilihan yang agaknya sudah jadi andalan OPPO untuk lini terjangkau belakangan ini.
Yang bikin A6k patut diperhatikan bukan cuma soal baterai. Sertifikasi IP69 sudah dikantongi ponsel ini, rating yang biasanya hanya nongkrong di segmen menengah ke atas. IP69 berarti tahan semprotan air bertekanan tinggi bersuhu panas. Untuk entry-level, ini bukan fitur standar. Jauh dari itu.
Cerita A6c versi global sedikit berbeda. Di pasar Tiongkok, A6c mengandalkan Snapdragon 685 dengan baterai 6.500 mAh. Versi global bergeser ke chipset UNISOC T7250 dan baterainya justru naik ke 7.000 mAh. Dua perubahan sekaligus, dan keduanya cukup signifikan.
Layarnya IPS 6,75 inci, resolusi HD+, refresh rate 120Hz. RAM 4 GB jenis LPDDR4X berpasangan dengan storage UFS 2.2 hingga 128 GB. Kamera belakang 13 MP, kamera depan 5 MP lewat waterdrop notch. Pengisian daya 15W via kabel, ditambah reverse wired charging 5W. Berguna kalau kepepet mau ngecas earphone atau powerbank kecil, walau tentu bukan pilihan buat yang terburu-buru.
Ketahanan debu dan airnya pakai rating IP64, satu level di bawah A6k. Masih ada jack audio 3,5mm dan fingerprint di tombol power. Tiga pilihan warna tersedia: Feather White, Stone Brown, dan Feather Purple.
Kapan masuk Indonesia? A6c versi global sudah beredar di Thailand, dan sertifikasi SDPPI Postel dari Komdigi sudah dikantongi. Tinggal tanggal resminya.
Kalau data ini bisa dipercaya sebagai cermin strategi OPPO yang konsisten, polanya terbaca jelas: isi celah entry dengan spesifikasi yang terasa lebih dari cukup untuk segmennya. Baterai 7.000 mAh di harga terjangkau memang bukan barang baru, tapi dikombinasikan dengan layar 120Hz dan sertifikasi tahan air, proposisi nilainya jadi sulit diabaikan bagi konsumen yang prioritas utamanya daya tahan seharian. Pertanyaannya, berapa lama pemain lain di segmen ini bisa bertahan tanpa ikut-ikutan?