Tiga bulan setelah debut perdananya di Galaxy Z Fold8, One UI 9 akhirnya menyentuh lini flagship lama Samsung. Galaxy S24 series, Galaxy Z Fold6, dan Flip6 kini mulai kebagian pembaruan berbasis Android 17, dengan Korea Selatan sebagai garda terdepan distribusi, pola lama yang sudah jadi kebiasaan Samsung.
Soal ukuran file, pemilik Galaxy S24 yang langsung lompat dari One UI 8.5 harus menyiapkan sekitar 3,8GB. Peserta program beta cukup mengunduh 500MB. Untuk Galaxy Z Fold6 dan Flip6, angkanya sedikit lebih ramping: 3,5GB dari One UI 8.5, atau 408MB dari jalur beta.
Perjalanan One UI 9 sendiri lumayan panjang. Samsung memperkenalkannya pertama kali bersama Galaxy Z Fold8 Ultra, Z Fold8, dan Flip8 pada Juli. Lalu 16 September, giliran Galaxy S26 Ultra, S26+, dan S26 yang kebagian. Versi stabil kemudian bergulir ke Galaxy S25 di Korea Selatan, serta Z Fold7 dan Flip7 di Amerika Serikat, sebelum akhirnya sampai ke generasi S24 dan Fold6 sekarang. Seri Galaxy S23 pun masuk daftar berikutnya, sesuai komitmen dukungan perangkat lunak Samsung.
Lalu apa yang ditawarkan One UI 9 yang membuat penantian ini layak?
Yang paling banyak dibicarakan: My FanCam. Teknologi Galaxy AI ini bekerja otomatis melacak pergerakan subjek dalam video agar selalu terbingkai rapi, berguna terutama saat merekam secara horizontal lalu ingin dikonversi ke format vertikal untuk media sosial. Tidak perlu editing manual. Hasilnya terasa sudah dipoles.
Panel Quick Settings juga dapat sentuhan baru. Slider volume dan kecerahan kini bisa diperkecil atau digeser secara vertikal, dan ikon kontrol seperti Mode Gelap bisa dipindah ke posisi yang lebih mudah dijangkau ibu jari. Kedengarannya sepele, tapi bagi pengguna yang mengoperasikan ponsel satu tangan, perbedaannya terasa.
Untuk privasi, indikator di baris atas layar akan berubah biru saat ada aplikasi yang mengakses lokasi, baik yang berjalan di latar depan maupun yang diam-diam aktif di belakang. Privacy Alerts berbasis AI on-device turut diperkuat guna mendeteksi potensi akses izin yang mencurigakan. Security Brief bahkan bisa memperingatkan soal malware dan aplikasi dari sumber tidak dikenal. Cukup untuk bikin pengguna dua kali pikir sebelum asal pasang APK.
Ada juga Motion Assist. Teknologi ini dirancang meredam mual saat scrolling di kendaraan bergerak, caranya lewat titik-titik gelembung kecil yang bergerak di tepi layar mengikuti dinamika laju kendaraan, membantu otak menyelaraskan sinyal visual dengan guncangan yang dirasakan tubuh. Konsepnya agaknya terinspirasi dari riset motion sickness yang sudah lama beredar, tapi penerapannya di level sistem operasi terbilang langkah yang tidak banyak vendor lain berani coba.
Satu lagi yang jarang disorot: My Files kini bisa membuka dan mengelola PDF langsung tanpa aplikasi tambahan. Anotasi lewat Samsung Notes, opsi "Buka dengan" tetap tersedia kalau pengguna punya preferensi lain.
Samsung juga memindahkan pusat layanan langsung ke Pengaturan melalui Warranty and Care, menggabungkan informasi garansi, diagnosis perangkat, estimasi biaya servis, hingga pemesanan layanan dalam satu tempat. Praktis, kalau benar-benar berfungsi semulus klaimnya.
Bagi yang belum melihat notifikasi pembaruan, itu bukan tanda perangkatnya tidak kebagian. Distribusi berjalan bertahap per wilayah dan operator, bisa selisih beberapa hari hingga beberapa pekan. Pastikan baterai cukup dan ruang penyimpanan tidak sesak sebelum mengunduh.