MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  NVIDIA di Gamescom 2026: DLSS 4.5, GeForce NOW Mas...

Tekno

NVIDIA di Gamescom 2026: DLSS 4.5, GeForce NOW Masuk Steam Machine, dan RTX Spark Dapat Banjir Dukungan

Dari Ray Reconstruction hingga cloud gaming di Steam Machine, NVIDIA tampil dengan barisan update teknologi yang cukup untuk bikin pelaku industri gaming menoleh serius di Gamescom 2026.

NVIDIA datang ke Gamescom 2026 bukan sekadar numpang tampil. Raksasa chip grafis itu membawa serangkaian pembaruan yang menyentuh hampir setiap sudut ekosistemnya, mulai dari upscaling generasi terbaru, AI untuk NPC, cloud gaming, hingga chip ARM yang mulai dilirik publisher besar.

Yang paling ramai diperbincangkan adalah DLSS 4.5 dengan fitur Ray Reconstruction. Bertumpu pada Second Generation Transformer, teknologi ini menjanjikan ray tracing yang jauh lebih tajam dibanding DLSS 4, terutama soal akurasi pencahayaan dan ketajaman bayangan. Perbedaannya, kata NVIDIA, kentara dengan mata telanjang. Game pertama yang kebagian fitur ini adalah 007 First Light pada 15 September, disusul Control Resonant sembilan hari kemudian. Ray Reconstruction juga resmi masuk ke GPU RTX dalam status akses awal.

Buat komunitas modding, agaknya yang paling bikin antusias adalah hadirnya DLSS 4.5 di RTX Remix. Platform ini memungkinkan game lawas diinjeksi teknologi ray tracing modern, dan hasilnya, jujur saja, jauh melampaui ekspektasi. Turok, Prototype, Fallout 4, sampai Painkiller kini bisa menikmati pencahayaan ulang yang terasa seperti beda generasi. Untuk Painkiller, NVIDIA menampilkan demo langsung sepanjang event: 15 level yang telah di-remaster oleh Merry Pencil Studios, tersedia gratis via GOG. Soal angka, DLSS Multi Frame Generation mendorong frame rate Painkiller dari 24 FPS mentah-mentahan menjadi 260 FPS. Masif. Game dua dekade lebih, tapi nomornya tidak kalah dari judul baru.

GeForce NOW juga kena limpahan update. Mulai September 2026, pelanggan tier tertinggi bisa mengakses DLSS 4.5 lengkap beserta kontrolnya: DLSS Super Resolution, Dynamic Frame Generation, dan Ray Reconstruction. Beberapa judul tertentu bahkan bisa di-streaming hingga 360 FPS.

Yang langsung menarik perhatian komunitas adalah dukungan resmi GeForce NOW untuk Steam Machine dan Steam Controller. Pengumuman ini menjawab kebutuhan yang sudah lama disuarakan pengguna perangkat Valve, yang selama ini terkendala spesifikasi hardware untuk judul-judul berat. Streaming game AAA dengan grafis maksimal, tanpa sentuh hardware fisik. Dukungan ini dijadwalkan hadir sebelum akhir 2026, dengan Steam Controller untuk Windows dan macOS menyusul belakangan. Firefox resmi masuk sebagai browser yang didukung, GOG single sign-on sudah aktif, dan lebih banyak perangkat Amazon Fire TV Stick akan masuk daftar kompatibel akhir tahun ini. Berlangganan GeForce NOW pun nantinya bisa dilakukan langsung lewat Amazon.

Katanya bagus. Tapi kualitas pengalaman cloud gaming tetap bergantung besar pada koneksi internet. Latensi tinggi masih bisa merusak sesi gaming kompetitif, terlepas dari seberapa luas dukungan perangkatnya. Ini bukan kelemahan baru GeForce NOW, tapi catatan yang relevan terutama untuk konteks jaringan Indonesia.

Sejumlah game AAA dijadwalkan masuk GeForce NOW sejak hari pertama rilis, termasuk Gears of War: E-Day, Onimusha: Way of the Sword, Control Resonant, Metro 2039, Blood of the Dawnwalker, dan Star Wars Zero Company.

RTX Spark, platform berbasis chip ARM NVIDIA yang dijadwalkan rilis musim gugur ini, mulai mendapat dukungan serius dari publisher. EA membawa Javelin Anti-cheat ke platform ARM, artinya game-game multiplayer EA bisa dimainkan di laptop ARM sejak hari pertama. Ubisoft, Embark Studios dengan ARC Raiders dan The Finals, serta sederet nama seperti Capcom, Sega, Xbox, Konami, CD Projekt Red, NetEase, HoYoverse, dan Krafton sudah menyatakan komitmen. Setidaknya 22 nama industri sudah di daftar, dan angka itu bisa jadi masih bertambah sebelum musim gugur tiba.

NVIDIA ACE, teknologi AI untuk NPC, juga mendapat panggung lewat game creature capture Aniimo. Pemain bisa memberi perintah suara kepada creature peliharaan mereka, yang akan merespons dan bahkan berinteraksi balik, termasuk mengajarkan skill baru atau menunjukkan kepribadian unik masing-masing Aniimo. Teknologi serupa sempat diperlihatkan Krafton via AI teammate Ally di PUBG, tapi integrasi di Aniimo tampak lebih dalam dari sekadar eksekusi perintah.

Dari Cologne, pesan NVIDIA cukup jelas: ekosistem mereka sedang aktif diperlebar ke segala arah, dari cloud hingga edge, dari judul baru hingga nostalgia yang diremajakan paksa.