MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Nokia 300 Charge Masuk RI, Baterai 3.700 mAh yang...

Tekno

Nokia 300 Charge Masuk RI, Baterai 3.700 mAh yang Bisa Jadi Power Bank

HMD Global resmi merilis Nokia 300 Charge di Filipina dan Malaysia dengan baterai 3.700 mAh, reverse charging 10W, dan harga mulai Rp570.000. Pasar Indonesia kemungkinan menjadi sasaran berikutnya.

Harga Nokia 300 Charge, HP dengan Baterai 3.700 mAh

Baterai 3.700 mAh bukan angka yang biasa untuk sebuah feature phone. Bagi kebanyakan ponsel fitur, 1.000 mAh sudah dianggap cukup. Nokia 300 Charge main di liga berbeda.

HMD Global resmi melempar perangkat ini ke pasar Filipina dan Malaysia. Di Filipina dibanderol 1.990 peso, sekitar Rp570.000. Di Malaysia, 148 ringgit atau mendekati Rp650.000. Harga yang, jujur saja, sangat masuk akal untuk perangkat dengan klaim daya tahan hingga 40 hari mode siaga dan 37,9 jam untuk panggilan suara.

Agaknya lebih menarik dari sekadar angka ketahanan baterai adalah fitur reverse charging 10W lewat port USB Type-C. Tekan tombol bertanda "out" di sisi bodi, ponsel berubah fungsi jadi power bank darurat. Untuk pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan atau di wilayah minim akses listrik, ini bukan fitur dekoratif.

Secara spesifikasi, Nokia 300 Charge mengusung layar LCD 2,4 inci resolusi 320 x 240 piksel, ditenagai chipset Unisoc SC6431E dengan sistem operasi S30+. RAM dan memori internal hanya 4 MB, tapi bisa diperluas dengan microSD hingga 32 GB. Bobot 138 gram, solid di genggaman. Material polikarbonat menjaga perangkat ini tangguh dari benturan ringan, warisan standar kualitas yang sudah lama melekat pada HMD.

Fitur pendukung lain mencakup kamera belakang QVGA, jack audio 3,5 mm, dan senter yang diklaim empat kali lebih terang dibanding Nokia 105. HMD bahkan berani membandingkannya dengan iPhone 16 Pro, mengklaim senter perangkat ini dua kali lebih terang. Klaim yang masih perlu dibuktikan lebih jauh, tapi cukup menunjukkan kepercayaan diri mereka dalam segmen ini.

Dua pilihan warna tersedia: Green dan Sandstone. Konsisten dengan positioning Nokia 300 Charge sebagai perangkat utilitarian, bukan fashion item.

Untuk pasar Indonesia, belum ada konfirmasi resmi soal ketersediaan stok dan harga final. Berdasarkan pola distribusi HMD di kawasan Asia Tenggara, masuknya perangkat ke Filipina dan Malaysia biasanya jadi sinyal bahwa Indonesia ada dalam pipeline berikutnya. Kalau pola itu bisa dipercaya, estimasi harga lokal berkisar Rp600.000 hingga Rp900.000, menyesuaikan pajak impor dan margin distributor.

Pertanyaannya sederhana: untuk siapa perangkat ini relevan? Mereka yang butuh ponsel kedua yang tidak minta dicharge tiap malam. Atau mereka yang bekerja di kondisi lapangan dengan akses listrik terbatas. Bagi segmen itu, Nokia 300 Charge bisa jadi salah satu pilihan paling pragmatis di harganya.