SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  New Asia Forum Perdana di Bali, Bidik US$30 Miliar...

Finansial

New Asia Forum Perdana di Bali, Bidik US$30 Miliar dari Modal Global

Forum investasi New Asia Forum akan digelar di Bali pada Desember 2026, menargetkan investasi US$30 miliar atau Rp536,52 triliun di kawasan Asia melalui delapan sektor strategis.

14th US-Indonesia Investment Summit | Building Confidence: Strengthening Indonesia's Investment Climate As Indonesia enters an important stage of its #development journey, #strengthening #investor c

Bali dipilih sebagai tuan rumah perdana New Asia Forum (NAF), forum investasi global yang memasang target ambisius: US$30 miliar atau sekitar Rp536,52 triliun dalam satu siklus penyelenggaraan. Agenda dua hari itu dijadwalkan berlangsung 3-4 Desember 2026, dengan format eksklusif berbasis undangan yang menghadirkan lebih dari 1.000 pemimpin bisnis dan kebijakan dari seluruh dunia.

Forum ini bukan sekadar konferensi gagasan. NAF diinisiasi oleh Richard Attias & Associates dengan dukungan penuh Danantara Indonesia, dan sejak awal dirancang dengan orientasi transaksi. Setiap sesi, setiap pertemuan diarahkan untuk menghasilkan komitmen investasi yang konkret, bukan dokumen niat yang menguap setelah acara bubar. Target US$30 miliar akan dikejar lewat pipeline proyek yang sudah dikurasi dan siap ditindaklanjuti.

Delapan sektor jadi prioritas: sumber daya strategis dan hilirisasi, energi dan ketenagalistrikan, mobilitas dan manufaktur lanjutan, infrastruktur digital dan kecerdasan buatan, pangan dan agribisnis, perdagangan dan konektivitas, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pendidikan dan SDM. Cermin langsung agenda besar Indonesia di bawah Prabowo Subianto.

Data IMF 2025 jadi amunisi argumen para penggagasnya: kawasan Asia-Pasifik menyumbang hampir 60% pertumbuhan ekonomi global, tapi porsi modal internasional jangka panjang yang masuk ke kawasan ini masih jauh di bawah kontribusi ekonominya. Kesenjangan itulah yang coba dijembatani NAF. Pertanyaannya, berapa besar yang benar-benar bisa ditarik dalam satu penyelenggaraan?

Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi, menegaskan forum ini dirancang untuk mendekatkan modal global jangka panjang dengan peluang riil di Indonesia dan kawasan yang lebih luas. "Di bawah naungan Presiden Prabowo Subianto, ini wujud keterlibatan Indonesia dengan dunia dari posisi yang penuh kepercayaan diri, ambisi, dan kolaborasi," kata Rosan dalam siaran resmi, Sabtu (10/10/2026).

Richard Attias, pendiri sekaligus Chairman Richard Attias & Associates, membingkai pergeseran ini dengan cara yang sengaja dipilih untuk menggugah. Selama beberapa dekade, Asia dipandang semata sebagai tujuan modal global. Narasi itu kini berubah. Kawasan ini, kata Attias, kian mampu menciptakan modal, mengarahkannya, dan menentukan di mana dampak terbesar bisa dihasilkan. "Kita sedang memasuki salah satu siklus investasi terpenting bagi generasi kita, dan Asia berada di pusatnya," ujarnya.

Lebih dari 100 pembicara dan 40 sesi dijadwalkan dalam dua hari. Yang membedakan NAF dari forum sejenis, setidaknya itu klaim penyelenggaranya, ada mekanisme pemantauan realisasi komitmen dari satu edisi ke edisi berikutnya. Bukan janji yang hilang begitu gong ditabuh.

Buat investor yang selama ini menunggu momentum masuk ke proyek-proyek besar Indonesia, Desember 2026 di Bali bisa jadi tanggal yang perlu dilingkari merah.