Angka US$30 miliar, atau setara Rp536,74 triliun, menjadi target yang dipasang New Asia Forum (NAF) untuk edisi perdananya di Bali pada 3-4 Desember 2026. Bukan sekadar forum diskusi biasa, agenda ini dirancang untuk mengubah proses uji tuntas menjadi komitmen investasi yang benar-benar ditandatangani.
NAF digagas oleh Richard Attias & Associates dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai mitra pendiri. Formatnya cukup ambisius: mempertemukan kepala negara, menteri, investor sovereign wealth fund, hingga CEO kelas global di bawah satu atap, dengan fokus pada delapan sektor strategis yang belum dirinci secara spesifik ke publik.
Ada konteks yang layak dipahami di balik angka itu. Asia-Pasifik menyumbang hampir 60% pertumbuhan ekonomi global sepanjang 2025 menurut data IMF. Pertumbuhan itu nyata, tapi aliran modal jangka panjang ke kawasan ini masih belum sebanding. NAF memosisikan diri sebagai jembatan untuk menutup kesenjangan tersebut.
"New Asia Forum mendekatkan modal global jangka panjang dengan peluang yang tercipta di seluruh Indonesia dan kawasan yang lebih luas," ujar CEO Danantara Rosan Roeslani. Lebih jauh, Rosan menegaskan peran Danantara bukan sekadar sponsor nama. "Sebagai investor negara Indonesia dan mitra pendiri forum, Danantara Indonesia mengundang para mitra untuk bersama-sama membuka peluang ini demi nilai jangka panjang. Di bawah naungan Presiden Prabowo Subianto, ini adalah Indonesia yang terlibat dengan dunia dari posisi yang penuh percaya diri, ambisi, dan kolaborasi," tambahnya.
Richard Attias, Founder and Chairman Richard Attias & Associates, melihat momen ini lebih dari sekadar urusan bisnis. Asia, klaimnya, tidak lagi sekadar tujuan investasi pasif. "Asia akan semakin menciptakan, mengarahkan, dan menentukan di mana modal tersebut dapat memberikan dampak terbesar. Kita memasuki salah satu siklus investasi terpenting di generasi kita, dan Asia berada di pusatnya," ungkap Attias.
Bali dipilih bukan tanpa kalkulasi. Kota ini sudah terbukti sebagai venue pertemuan internasional bergengsi, dan sinyal diplomatik dari pemilihan lokasi ini agaknya tidak bisa diabaikan begitu saja oleh pelaku pasar. Pertanyaannya sederhana: seberapa jauh komitmen yang terkumpul di forum ini akan berujung pada realisasi investasi di lapangan? Gap antara pledges dan actual disbursement di forum-forum serupa kerap jadi cerita lama yang berulang. Bukan main.