Sembilan emiten akan masuk cum date serentak pada Jumat (29/5), dan satu nama langsung menyedot perhatian: PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) dengan dividen Rp237,95 per saham, nilai tertinggi di antara seluruh emiten yang antre pekan ini. Bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja.
Belum tuntas euforia TPIA dan WINS yang memasuki cum date pada Senin (25/5), pelaku pasar sudah harus menyiapkan daftar berikutnya. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membagikan dividen Rp6,07 per saham, nominal tertinggi dalam empat tahun terakhir. Sebagai perbandingan, distribusi sebelumnya tercatat Rp3,84 per saham pada November 2025 dan Rp5,69 per saham pada Juni 2025. Tren yang naik ini, entah kebetulan atau tidak, cukup bicara soal kemampuan kas perseroan saat industri petrokimia global bergerak fluktuatif.
Berbeda dengan TPIA, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) menetapkan dividen Rp2 per saham, turun cukup jauh dari distribusi November 2025 sebesar Rp5 per saham maupun Rp8 per saham yang dibagikan pada November 2024. Pasar agaknya sudah memperhitungkan ini. Sektor offshore memang sangat terikat siklus harga minyak yang belum stabil, dan skala distribusi WINS menyusut seiring itu.
Selasa (26/5), giliran PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang mencuri perhatian dengan masing-masing Rp103,3 dan Rp56,3 per saham. Yang justru bikin mata terbuka lebar: PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC), masuk cum date dengan nilai Rp1.447 per saham. Jumbo. Likuiditas UNIC memang tidak sekencang big cap, tapi yield sebesar itu tetap jadi bahan perhitungan investor yang teliti.
Kembali ke Jumat (29/5), selain GEMS, ada PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) dengan Rp42 per saham, lalu SOHO dan PPGL yang kompak di angka Rp39,5 per saham. PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) menawarkan Rp38 per saham. Sisanya, PTPS, SRSN, ASLC, dan INET, berada di kisaran Rp0,04 hingga Rp4,5 per saham. Yield-nya kecil, tapi tetap masuk radar trader yang memang rajin menyisir momentum dividen.
Musim ini belum berhenti. Selasa (2/6/2026) pekan depan, 12 emiten sudah antre. Beberapa yang layak dicermati: PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dengan Rp156,23 per saham, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebesar Rp180 per saham, dan PT Saratoga Andalan Tbk (STAA) di angka Rp75 per saham. Melengkapi daftar ada TOWR, BFIN, INDY, RGAS, NELY, GEMA, JATI, ASRM, dan LFLO.
Bagi trader yang bermain strategi yield dividen, periode ini memang bak ladang yang sedang panen. Tapi ada kalkulus yang perlu diingat. Saham yang sudah masuk ex date secara teori akan terkoreksi senilai dividennya. Kalau harga justru bertahan atau naik setelah ex date, itu sinyal bahwa akumulasi belum selesai. Tekanan jual yang masif saat ex date, sebaliknya, biasanya dibaca sebagai distribusi oleh pemain besar. Dinamika inilah, kalau data ini bisa dipercaya, yang membuat musim dividen tidak sesederhana sekadar memburu yield.