SELASA, 20 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Motorola Edge 70 Plus Debut di IFA 2026: Kamera 20...

Tekno

Motorola Edge 70 Plus Debut di IFA 2026: Kamera 200 MP, tapi Tanpa Ultrawide

Motorola memperkenalkan Edge 70 Plus di ajang IFA 2026 Berlin dengan kamera 200 MP tertinggi dalam sejarah perusahaan, namun absennya lensa ultrawide dan telefoto bisa jadi bahan perdebatan.

Motorola Edge 70 Plus Resmi, Kamera 200 MP Tertinggi yang Pernah Dipasang Motorola

Motorola menutup celah terakhir di lini Edge 70 Series dengan memboyong Edge 70 Plus ke pameran teknologi IFA 2026 di Berlin, Kamis (3/9/2026). Perangkat ini satu-satunya anggota seri yang belum pernah dipajang sebelumnya, melengkapi barisan Edge 70, Edge 70 Fusion, Edge 70 Pro, Edge 70 Pro Plus, hingga Edge 70 Max.

Sorotan terbesar jatuh pada kamera utama 200 MP. Resolusi tertinggi yang pernah ditanam Motorola di ponsel mana pun. Sensor tersebut dibekali bukaan f/1.8, Optical Image Stabilization, zoom digital 10x, dan mampu merekam video 4K. Bukan klaim ringan untuk sebuah merek yang selama ini lebih dikenal karena ketahanan bodi dan baterai jumbo ketimbang kemampuan kamera.

Namun ada satu pilihan desain yang agaknya akan membagi opini pasar. Motorola tidak menyertakan kamera ultrawide maupun telefoto khusus. Kamera utama 200 MP itu hanya ditemani sensor makro 2 MP yang, jujur saja, lebih berfungsi sebagai formalitas ketimbang alat fotografi serius. Di kelas upper mid-range yang makin sesak pesaing, konfigurasi dua kamera belakang terasa seperti langkah mundur, bahkan bagi ponsel yang menonjolkan keunggulan fotografi.

Pertanyaannya: untuk siapa kamera 200 MP ini dirancang, kalau fleksibilitas sudut pandang justru dikorbankan?

Layar tidak kalah impresif. Panel AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 2.772 x 1.272 piksel dan kecerahan puncak 5.200 nit jelas bukan spesifikasi kelas menengah biasa. Refresh rate 144 Hz membuatnya layak untuk gaming, sementara desain quad-curved di empat sisi bodi, depan maupun belakang, membuat perangkat ini secara fisik terasa lebih premium dari harganya. Kamera selfie 32 MP bertengger di punch-hole tengah atas layar.

Dapur pacunya mengandalkan Qualcomm Snapdragon 7s Gen 3, dipasangkan RAM LPDDR5X 8 GB dan penyimpanan UFS 3.1 hingga 256 GB. Bukan chip kelas atas, tapi cukup untuk kebutuhan harian tanpa keringat. Baterainya 6.500 mAh dengan pengisian cepat 45 watt, dilengkapi bypass charging yang memungkinkan arus dari charger mengalir langsung ke sistem ponsel tanpa membebani baterai. Berguna saat gaming marathon sambil colok charger. Speaker stereo bersertifikasi Dolby Atmos dan Hi-Res Audio turut hadir, bersama proteksi IP64 untuk debu dan cipratan air.

Empat pilihan warna tersedia: Gray Lilac, Milky Blue, Mountain View, dan Sage. Untuk pasar Eropa, banderolnya dimulai dari 529 euro (sekitar Rp10,8 juta) untuk varian 8 GB/128 GB, dan 599 euro (sekitar Rp12,2 juta) untuk 8 GB/256 GB. Distribusi dijadwalkan menyentuh sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah dalam beberapa pekan mendatang.

Indonesia? Belum ada jadwal. Motorola baru saja memboyong Edge 70 Fusion ke Tanah Air, dijual Rp6,5 juta untuk konfigurasi 8/256 GB, dengan baterai 7.000 mAh sebagai daya tarik utamanya. Edge 70 Plus, kalau masuk resmi, akan menghadapi pertanyaan berbeda: apakah 200 MP cukup untuk meyakinkan konsumen yang menginginkan sistem kamera lebih komplit?