MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Minyak Goreng Kemasan di Pare Kediri Tembus Rp21.5...

Ekonomi

Minyak Goreng Kemasan di Pare Kediri Tembus Rp21.500, Stok Tak Menentu Sejak Lebaran

Pasokan minyak goreng kemasan di Pasar Pamenang Pare, Kabupaten Kediri, belum pulih pasca-Lebaran. Harga minyak kemasan sudah merangkak ke Rp21.500 per liter, sementara stok minyak bersubsidi pun makin susah dicari.

Rp21.500 per liter. Itu harga yang kini harus dibayar warga Pare, Kabupaten Kediri, untuk membawa pulang minyak goreng kemasan dari Pasar Pamenang. Bukan angka ringan, dan barangnya pun tidak selalu ada.

Ramadhani, pedagang grosir di pasar itu, bilang tidak semua jenis minyak bernasib sama. Minyak goreng bersubsidi, kata dia, secara resmi masih dijual di harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter. Soal ketersediaannya? Lain soal.

"Harga minyak subsidi masih sesuai HET, tetapi stoknya sangat jarang. Kalau pun tersedia, pembelian biasanya dibatasi," ujarnya saat ditemui di lapaknya, Rabu (8/4/2026).

Dari semua jenis, minyak curah masih yang paling gampang dicari. Minyak kemasan, baik bersubsidi maupun tidak, sudah jadi barang yang bikin pedagang geleng kepala.

Pedagang lain, Nanik, punya penjelasan yang cukup jelas akarnya: distribusi pasca-Lebaran 1447 H belum kembali normal. Pasokan dari distributor datangnya tidak menentu sejak hari raya usai, tanpa jadwal pasti, tanpa kepastian volume.

"Sejak setelah Lebaran, distribusi dari distributor masih tersendat. Barang yang datang ke pasar tidak stabil sampai sekarang," katanya.

Tak stabil di sisi pasokan, langsung terasa di sisi pembeli. Pedagang mencatat transaksi minyak kemasan merosot, konsumen mulai beralih ke pilihan yang lebih terjangkau, entah dengan sadar atau sekadar terpaksa.

Sampai hari ini, pelaku pasar di Pare belum bisa memastikan apa biang utama sumbatan distribusi ini. Yang mereka tahu: kalau gangguan pasca-Lebaran saja butuh berminggu-minggu untuk pulih, seberapa rapuh sebenarnya rantai pasok minyak goreng kita?