MINGGU, 18 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Minecraft Chaos Cubed Resmi Meluncur 16 Juni 2026,...

Tekno

Minecraft Chaos Cubed Resmi Meluncur 16 Juni 2026, Ini yang Berubah

Mojang menetapkan tanggal rilis Minecraft 26.2 Chaos Cubed pada 16 Juni 2026, membawa biome Sulfur Caves, mob adaptif, hingga transisi grafis dari OpenGL ke Vulkan.

Update Baru Minecraft Mulai, Ada Banyak Perbaikan Penting!

Mojang akhirnya punya tanggal pasti. Minecraft 26.2 bertajuk Chaos Cubed dijadwalkan meluncur pada 16 Juni 2026, serentak untuk Java Edition dan Bedrock Edition di semua platform, dari PC, konsol, sampai mobile.

Ini bukan pembaruan kosmetik. Chaos Cubed merombak sistem eksplorasi bawah tanah lewat dua biome baru yang karakternya cukup berbeda satu sama lain. Yang pertama, Sulfur Caves: area bawah tanah penuh sulfur, geyser panas aktif, dan kabut atmosferik yang bikin navigasi terasa menekan. Mojang menyebut desain biome ini terinspirasi kawasan hot spring di dunia nyata. Yang kedua, Fractured Peaks, dengan mekanik gravitasi terdistorsi. Pulau-pulau tanah melayang di sana menyimpan material langka bernama Chaos Shard, tapi salah cabut blok tumpuan bisa memicu keruntuhan struktur secara berantai.

Penghuni baru yang paling ramai dibicarakan komunitas adalah Sulfur Cube, mob mirip slime dengan kemampuan menyerap blok sekitarnya. Fisiknya berubah tergantung apa yang diserap: yang menelan es bergerak dengan gesekan sangat rendah, meluncur seperti keping hoki. Mekanik ini jadi salah satu yang paling banyak diulik sejak snapshot pertama. Mob-mob lain di update ini juga dilaporkan punya AI kelompok yang lebih taktis dibanding generasi sebelumnya.

Sistem crafting juga berubah. Chaos Shard tidak bisa dirakit di meja biasa. Pemain harus menempa di dekat sumber suhu ekstrem seperti lava aktif agar material bereaksi dengan benar. Implikasinya lumayan besar untuk survival: lokasi base kini punya bobot strategis yang jauh lebih nyata.

Komunitas juga melaporkan sejumlah mekanik tersembunyi yang tidak muncul di catatan resmi Mojang. Salah satunya pola sinyal bawah tanah alternatif yang disebut-sebut bisa menggantikan fungsi Redstone untuk desain mekanisme tertentu. Temuan ini masih dalam tahap eksplorasi, belum diverifikasi Mojang, tapi sudah ramai diperbincangkan di forum. Entah kebetulan atau tidak, pola adaptif mob kelompok yang dilaporkan komunitas juga tampak sejalan dengan klaim perubahan AI di update ini.

Dari sisi teknis, migrasi Java Edition ke Vulkan sebagai pengganti OpenGL terus berjalan bertahap. Targetnya: performa lebih baik dan fondasi visual yang lebih modern. Prosesnya belum mulus sepenuhnya. Pada pre-release sebelumnya, sejumlah pengguna tanpa dukungan Vulkan mengalami crash, dan Mojang sempat merilis solusi sementara lewat pengaturan manual di file game. Pre-Release 2 yang kini beredar menargetkan perbaikan teknis, termasuk penyempurnaan model Sulfur Cube versi kecil, pembaruan efek suara per archetype, dan penyesuaian warna kabut Sulfur Caves.

Perubahan lain menyentuh manajemen server multiplayer. Sistem anti-spam untuk chat dan command kini dipisah jadi dua kontrol independen. Sebelumnya keduanya terikat pada satu batas gabungan, yang sering bikin admin server pusing mengatur keduanya secara proporsional. Kecil, tapi admin lama sudah lama minta ini.

Mojang memamerkan sebagian besar fitur ini langsung di Minecraft Live, disiarkan dari TwitchCon Europe di Rotterdam pada 30 Mei lalu. Penonton siaran daring berkesempatan mendapat Builder Cape gratis, sementara yang hadir langsung di venue mendapat Crafter Cape eksklusif.

Bagi yang masih menyimpan dunia survival lama, biome-biome baru tidak akan menimpa area yang sudah pernah di-load. Untuk menemukannya, pemain harus menjelajah ke chunk yang benar-benar baru. Elytra dengan roket kembang api, kalau ada, agaknya akan jadi perlengkapan paling dicari begitu server diperbarui nanti.