KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Mac Studio dan MacBook Pro 2026 Terjebak Krisis Pa...

Tekno

Mac Studio dan MacBook Pro 2026 Terjebak Krisis Pasokan RAM dan OLED

Jadwal peluncuran MacBook Pro generasi baru dan Mac Studio terbaru terancam mundur akibat krisis pasokan komponen, mulai dari kelangkaan RAM hingga keterbatasan produksi chip 2nm TSMC.

Apple kehabisan stok Mac Studio. Bukan karena permintaan meledak, tapi karena produsen memori global sedang sibuk melayani pesanan server AI.

Sejak awal April, Apple menghentikan penerimaan pesanan untuk beberapa konfigurasi Mac Studio, termasuk varian RAM 128GB dan 256GB. Habis. Pelanggan yang ingin memesan cuma bisa menunggu tanpa kejelasan. Situasi ini bukan sinyal bahwa model baru akan segera meluncur. Ini soal rantai pasok global yang sedang kacau.

Produsen DRAM dan NAND flash ramai-ramai memprioritaskan pesanan dari perusahaan pembangun infrastruktur AI. Server-server raksasa itu butuh kapasitas memori yang masif, dan margin bisnisnya jauh lebih menggiurkan ketimbang memasok laptop atau desktop konsumer. Produk seperti Mac Studio jadi korban. Kelangkaan ini diproyeksikan berlanjut sepanjang 2026.

Apple sendiri, entah kebetulan atau tidak, belum mengubah harga Mac Studio meski harga DRAM dan NAND flash sudah melonjak. Kontras dengan MacBook Air M5 dan MacBook Pro M5, yang harga awalnya sudah terkerek naik tahun ini. Apple memang mencoba meredam dampaknya lewat kenaikan kapasitas penyimpanan awal, tapi toh harga tetap naik. Besar kemungkinan Mac Studio generasi berikutnya bakal kena penyesuaian serupa, dengan harga awal sekitar Rp34 jutaan yang berpotensi bergeser.

Soal spesifikasi, gambaran teknisnya lumayan menjanjikan. Mac Studio berikutnya diperkirakan mengusung chip M5 Max dan M5 Ultra, menyelaraskan lini chip dalam satu generasi yang selama ini berantakan karena Apple tidak pernah merancang M4 Ultra. Mac Studio saat ini bahkan masih mengandalkan kombinasi M4 Max dan M3 Ultra. Agak aneh memang.

M5 Max sudah diperkenalkan lewat MacBook Pro pada Maret lalu. CPU 18 inti, GPU 40 inti, bandwidth memori 614GB/s. Menurut Apple, kecepatan CPU-nya melampaui M4 Max sebesar 30 persen dalam beban kerja profesional. Angka klaim pabrikan, tentu saja, tapi kalau benar, cukup signifikan.

Versi Ultra-nya belum resmi diumumkan. Tapi polanya konsisten: Apple biasanya menggabungkan dua chip Max untuk menciptakan varian Ultra. Artinya M5 Ultra berpotensi punya CPU hingga 36 inti dan GPU hingga 80 inti. Soal RAM, batasan M5 Max diprediksi 128GB, sedangkan M5 Ultra bisa menyentuh 256GB.

SSD juga bakal dapat upgrade. MacBook Pro M5 sudah lebih dulu menikmati SSD dengan kecepatan dua kali lipat dari generasi M4. Mac Studio kemungkinan besar kebagian peningkatan yang sama, plus konfigurasi awal dengan SSD 1TB.

Masalahnya, semua rencana bagus ini tersandera. Tiga model MacBook Pro yang juga tengah disiapkan menghadapi hambatan berlapis, mulai dari kelangkaan panel OLED sampai keterbatasan kapasitas produksi chip 2nm dari TSMC. Apple memang sudah berancang-ancang membawa layar OLED ke lini MacBook Pro demi kontras warna yang lebih tajam dan efisiensi daya yang lebih baik, tapi manufaktur panel OLED skala besar untuk ukuran layar laptop masih menyisakan kendala teknis serius. Fabrikasi chip 2nm pun butuh presisi yang belum bisa diproduksi massal dengan cepat.

Desain Mac Studio sendiri agaknya tidak akan berubah drastis. Bentuk squircle yang sudah familier itu, tinggi 3,7 inci dan lebar 7,7 inci, tetap dipertahankan. Thunderbolt 5 juga akan hadir, tanpa ada bocoran soal perubahan konfigurasi port.

Dua segmen perangkat profesional Apple paling dinantikan tahun ini, kini sama-sama berjuang melawan hambatan yang sebagian besar di luar kendali mereka. Ironis. Perusahaan yang selama ini dikenal punya manajemen rantai pasok paling solid di industri teknologi, sekarang harus gigit jari menunggu giliran pasokan memori.