Dua hari berturut-turut, nama Low Tuck Kwong mewarnai keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia dengan transaksi yang nilainya tidak main-main.
Pada 14 Oktober 2026, bos PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ini masih sibuk memborong 100 juta saham perusahaannya sendiri di harga Rp 11.200 per saham, total Rp 1,12 triliun. Sehari kemudian, ia justru balik arah: melepas 650 juta saham BYAN di harga Rp 2.588 per saham, senilai sekitar Rp 1,68 triliun. Putrinya, Elaine Low, ikut melepas 16,67 juta saham di harga yang sama, mengantongi Rp 43,13 miliar.
Kombinasi penjualan keduanya mencapai 666,67 juta saham senilai sekitar Rp 1,72 triliun. Setelah transaksi, Low Tuck Kwong kini menggenggam 8,30% saham BYAN, turun dari 10,25%. Elaine turun tipis dari 22,05% menjadi 22%. Bersama-sama, keduanya masih menguasai 30,3% saham emiten batu bara tersebut.
Yang bikin pelaku pasar mengernyitkan dahi adalah harga transaksinya. Rp 2.588 per saham, sementara BYAN di pasar reguler diperdagangkan di kisaran Rp 11.100 pada hari yang sama. Diskon yang sangat dalam. Entah kebetulan atau tidak, harga Rp 2.588 ini identik dengan harga transaksi yang pernah dilakukan ke PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Haji Isam yang kini tercatat menggenggam 30,25% saham BYAN. Siapa pembeli di balik transaksi jumbo ini belum terungkap secara resmi.
Meski melepas ratusan juta saham, Low Tuck menegaskan posisinya tidak berubah sebagai pengendali BYAN. "Tujuan transaksi, investasi," tulisnya singkat dalam laporan kepada otoritas bursa. Setidaknya itu klaim manajemen, dan agaknya terasa kurang memuaskan bagi sebagian investor.
Satu detail menarik lain muncul dari transaksi sehari sebelumnya. Direktur BYAN Lim Chai Hock menjual 100 juta saham pada 14 Oktober di harga Rp 11.200, persis pada hari yang sama Low Tuck Kwong membelinya. Bak gayung bersambut, tapi dari arah yang berlawanan. Setelah transaksi itu, Lim kini memegang 2,96% saham, turun dari 3,26%.
Saham BYAN tampil tangguh pada Jumat (16/10/2026). Menguat 0,45% ke Rp 11.150, melawan arus IHSG yang amblas 11,57% ke level 5.185. Volume perdagangan 4,39 juta saham dengan nilai transaksi Rp 45,64 miliar, dan investor asing tercatat net buy Rp 3,63 miliar. Pasar, untuk satu hari ini, memilih untuk tidak panik.