Avanza lawas tahun 2011 masih bisa dibiayai leasing. Fakta itu saja sudah cukup untuk menggambarkan betapa kerasnya posisi Low MPV di pasar mobil bekas Indonesia.
Segmen Low Multi Purpose Vehicle punya daya tahan yang sulit ditandingi. Ini bukan soal tren, melainkan soal karakter konsumen Indonesia yang belum bergeser jauh dari kebutuhan paling mendasar: mobil yang muat banyak orang, irit bensin, murah perawatannya. Rama, pemilik showroom Rama Dagang Mobil, menyebut segmen ini tidak pernah benar-benar surut. "Pasar MPV itu tidak pernah sepi, karena memang di situ minat orang," katanya.
Di rentang harga di bawah Rp 100 juta, pilihan tersedia cukup banyak. Toyota Avanza keluaran 2005-2008 bisa ditemukan mulai Rp 79 juta, dengan keunggulan yang sudah lama dikenal pasar: jaringan bengkel tersebar luas, suku cadang melimpah, biaya servis tidak bikin kantong jebol. Rival kembarnya, Daihatsu Xenia generasi 2005-2009, menawarkan harga lebih bawah mulai Rp 50 juta dengan konsumsi bahan bakar yang dikenal cukup efisien.
Bagi yang butuh ruang lebih lega, Suzuki APV produksi 2004-2008 layak dipertimbangkan serius. Karakternya berbeda dari Avanza atau Xenia, tapi untuk keluarga besar atau kebutuhan semi-operasional, APV dengan harga mulai Rp 59,5 juta ini punya argumen tersendiri. Nissan Grand Livina 2007-2010 melengkapi daftar, banderolnya mulai Rp 50 juta dengan desain yang terasa lebih modern pada masanya.
Soal Avanza, Rama tidak ragu. Model ini paling banyak dicari, bahkan untuk unit di bawah tahun 2015. "Kalau Avanza selalu laris, bahkan yang di bawah tahun 2015, kayak 2011, pasarnya masih besar, leasing-nya masih mau," katanya. Faktor leasing ini agaknya krusial, bak gayung bersambut antara permintaan konsumen dan kepercayaan perusahaan pembiayaan. Umumnya, leasing membatasi usia kendaraan bekas yang bisa dibiayai hingga produksi 2013. Untuk Avanza, kebijakan itu bisa lebih lentur karena nilai pasarnya terbukti stabil. "Leasing terakhir mau terima tahun 2013, sebetulnya sudah paling tua, tapi untuk Avanza masih terima, masih cair," tambah Rama.
Namun ada satu hal yang tidak boleh dilewatkan calon pembeli. Thung Andi Supriadi dari Rendani Mobil mengingatkan bahwa unit LMPV di bawah Rp 100 juta rata-rata sudah melewati usia satu dekade. Bukan berarti tidak layak beli. "Mobil LMPV bekas dengan harga di bawah Rp 100 juta umumnya sudah berumur lebih dari 10 tahun," ujar Andi, "tapi masih bisa diandalkan asal rutin melakukan perawatan dan pengecekan komponen vital seperti mesin, kaki-kaki, dan transmisi." Riwayat servis, kondisi bodi, histori kepemilikan, semuanya perlu ditelusuri sebelum deal terjadi.
Pertanyaannya, seberapa jauh calon pembeli siap menanggung risiko kendaraan berusia satu dekade lebih? Kalau jawabannya adalah "selama spare part gampang dan bengkel ada di mana-mana", Low MPV bekas, terutama Avanza dan Xenia, bisa jadi pilihan yang masuk akal secara finansial.