KAMIS, 15 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Lo Kheng Hong Borong 19,9 Juta Saham SIMP di Harga...

Finansial

Lo Kheng Hong Borong 19,9 Juta Saham SIMP di Harga Rp600

Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali mengoleksi saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) sebanyak 19,9 juta lembar di harga Rp600, mendorong kepemilikannya menembus kembali di atas 5%.

Lo Kheng Hong Borong 19,9 Juta Saham Emiten Sawit Grup Salim (SIMP)

Sepanjang April 2026, Pak Lo sempat melepas sebagian sahamnya di SIMP. Ternyata bukan sinyal keluar. Justru sebulan kemudian, investor yang dijuluki Warren Buffett Indonesia itu balik lagi dengan belanjaan yang jauh lebih besar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Lo Kheng Hong membeli 19,9 juta lembar saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) pada 18 Mei 2026, di harga Rp600 per lembar. Total dana yang digelontorkan: Rp11,94 miliar. Tidak main-main.

Aksi beli ini membalikkan posisi yang sempat berubah setelah Pak Lo menjual 8,18 juta lembar saham SIMP dalam dua transaksi pada 14 April 2026. Saat itu dia melepas di kisaran Rp920 hingga Rp925, mengantongi sekitar Rp7,54 miliar, dan kepemilikannya turun dari 5,03% ke 4,97%, cukup untuk membuatnya keluar dari daftar pemegang saham di atas 5%. Ketika harga melandai ke Rp600, agaknya momentum itu terlalu bagus untuk dilewatkan.

Kepemilikan Lo Kheng Hong di SIMP kini tercatat 793,34 juta lembar atau setara 5,11% hak suara. Posisi itu menempatkannya sebagai pemegang saham terbesar ketiga, di belakang Indofood Agri Resources Ltd yang menggenggam 73,46% dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan 6,68%. Dengan harga saham di kisaran Rp550, nilai portofolio SIMP miliknya ditaksir mencapai sekitar Rp429 miliar.

Alasan Pak Lo ngotot di saham ini sebenarnya sudah pernah dia buka sendiri. SIMP mengelola total lahan perkebunan sekitar 288.018 hektare, mencakup sawit seluas 241.046 ha, karet 16.235 ha, tebu dan gula 13.878 ha, serta cokelat dan teh 16.859 ha. Dari situ dia menghitung: kalau satu hektare dihargai US$10.000, total aset lahannya saja bernilai US$2,88 miliar atau sekitar Rp46,9 triliun. "Belum minyak goreng Bimoli dan Palmia Margarin," tambahnya kepada Bisnis, merujuk pada portofolio produk konsumen perseroan yang selama ini luput dari kalkulasi banyak analis.

Dari sisi fundamental, SIMP membukukan kenaikan penjualan menjadi Rp4,86 triliun pada kuartal I-2026, naik tipis dari Rp4,81 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA lebih terasa gerakannya, tumbuh dari Rp1,16 triliun menjadi Rp1,34 triliun. Laba bersih naik 1% ke Rp586 miliar. Satu catatan kecil yang entah disengaja atau tidak: laba per saham justru sedikit tergerus, dari Rp29 menjadi Rp28.

Saham SIMP kini bertengger di Rp555, turun 2,63% sepanjang tahun berjalan dan amblas 31,90% dalam sebulan terakhir. Pak Lo masuk di Rp600, dan harga sudah di bawah itu. Value trap atau akumulasi cerdas di titik murah? Jawabannya baru kelihatan beberapa kuartal lagi, kalau data ini bisa dipercaya sebagai cermin tren jangka panjang.