KAMIS, 15 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Lepas Suspensi, BSWD dan TFCO Kompak Langsung ARA

Finansial

Lepas Suspensi, BSWD dan TFCO Kompak Langsung ARA

Dua saham yang baru saja dilepas suspensi BEI, BSWD dan TFCO, langsung terbang ke batas Auto Rejection Atas pada sesi perdagangan Kamis pagi. Pasar agaknya tidak peduli dengan label HSC atau riwayat suspensi keduanya.

8 Hari Digembok, Masuk HSC, Saham Emiten Ini Diperdagangkan Kembali

Bursa Efek Indonesia membuka kembali perdagangan dua saham tersuspensi sekaligus pada Kamis (15/10/2026). Hasilnya bisa ditebak: keduanya langsung nempel di Auto Rejection Atas.

PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) meroket ke level Rp4.500 atau naik 25,00% begitu pasar dibuka. PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) melesat ke Rp1.995, menguat 24,30%. Per pukul 09.57 WIB, keduanya kompak duduk di batas ARA. Gembok dibuka, investor langsung berebut masuk.

Riwayat suspensi keduanya berbeda, tapi alasannya sama: kenaikan harga yang dianggap tidak wajar oleh bursa. TFCO digembok sejak 14 Oktober 2026 setelah harganya melesat 94,5% dalam tiga hari perdagangan. Dari Rp825 pada 8 Oktober, saham ini sudah berada di Rp1.605 pada 13 Oktober, dengan nilai transaksi harian yang menembus Rp562,30 miliar di puncaknya. Tiga hari ARA berturut-turut, dan BEI akhirnya turun tangan.

BSWD lebih lama digembok. Suspensi berlaku sejak 5 Oktober 2026, delapan hari perdagangan penuh sebelum akhirnya sahamnya kembali diperdagangkan. Cap tambahan juga disematkan bursa: HSC, atau High Shareholding Concentration, ditetapkan pada 7 Oktober berdasarkan data struktur kepemilikan per 2 Oktober 2026.

Soal status HSC ini, Direktur BEI Yulianto Aji Sadono menyampaikan bahwa penetapannya mengacu pada metodologi kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi. "Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 99,95% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat BSWD," kata Aji dalam keterangan tertulis. Hampir 100% di segelintir tangan. Angka yang tidak main-main.

Dari sisi TFCO, Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan menyebut suspensi bukan hukuman, melainkan jeda. "Penghentian sementara perdagangan bertujuan memberikan waktu yang cukup bagi investor untuk mencermati informasi yang tersedia sebelum mengambil keputusan investasi," ujarnya dalam keterangan resmi. Retorika standar bursa, memang, tapi setidaknya itulah mekanisme perlindungannya.

Setelah semua peringatan itu, pasar tetap masuk. Bisa jadi ini cermin dari selera risiko ritel yang memang sulit diredam oleh notis suspensi sekalipun. Investor yang berniat ikut tren ini perlu sadar: dua saham ini sedang dalam pengawasan ketat, struktur kepemilikannya terkonsentrasi ekstrem, dan volatilitasnya bak roller coaster. Cuan bisa besar. Tapi nyangkut di harga atas juga bisa sama besarnya.