SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Lenovo ThinkStation PGX Masuk Indonesia, Tawarkan...

Tekno

Lenovo ThinkStation PGX Masuk Indonesia, Tawarkan 1 PetaFlop di Atas Meja Kerja

Lenovo resmi meluncurkan ThinkStation PGX di Indonesia, workstation AI personal bertenaga NVIDIA GB10 Grace Blackwell Superchip dengan kemampuan komputasi hingga 1 PetaFlop dan dukungan model hingga 200 miliar parameter.

Lenovo

Satu PetaFlop. Setara 1.000 TOPS, dan kini Lenovo mengklaim bisa menaruhnya di atas meja kerja seorang developer AI di Jakarta, Bandung, atau Surabaya, bukan di dalam ruang server pendingin yang biaya operasionalnya bisa menguras anggaran riset bulanan.

Lenovo Indonesia resmi meluncurkan ThinkStation PGX, workstation AI personal yang ditenagai NVIDIA GB10 Grace Blackwell Superchip. Sasarannya cukup spesifik: developer, data scientist, peneliti, engineer aplikasi, hingga mahasiswa yang butuh daya komputasi serius tapi tidak punya akses ke infrastruktur data center penuh. Desainnya ringkas, tapi spesifikasinya tidak main-main.

Dapur pacunya bertumpu pada Blackwell Superchip yang mampu menangani model AI generatif hingga 200 miliar parameter. Memori sistem terpadu 128 GB dengan bandwidth 273 GB/s memastikan aliran data berjalan tanpa bottleneck, baik saat prototyping, fine-tuning, maupun inferensi model reasoning generasi terkini. Bagi mereka yang pernah nyangkut menunggu proses training selesai di laptop biasa, angka-angka ini terasa seperti melompat ke liga berbeda.

Kalau kebutuhan proyek makin besar, tersedia jalur skalabilitas lewat teknologi NVIDIA ConnectX-7: dua unit ThinkStation PGX bisa dihubungkan sekaligus, mendongkrak kapasitas pemrosesan hingga sanggup mengakomodasi model AI raksasa 405 miliar parameter. Fleksibilitas semacam ini agaknya jadi nilai jual tersendiri, terutama bagi institusi akademik atau startup AI yang proyeknya terus berkembang tapi anggarannya tidak selalu bisa mengejar.

Susianty Bong, SMB One Channel Lead Lenovo Indonesia, menegaskan bahwa kemitraan dengan NVIDIA bukan sekadar urusan spesifikasi. "Kehadiran ThinkStation PGX menegaskan komitmen Lenovo dalam menghadirkan Smarter AI for All agar lebih mudah diakses bagi profesional, institusi pendidikan, dan pelaku industri guna mendukung pengembangan AI yang lebih efisien dan fleksibel," ujarnya.

Sisi perangkat lunaknya juga disiapkan matang sejak booting pertama. ThinkStation PGX hadir dengan NVIDIA DGX OS dan AI software stack lengkap, termasuk PyTorch dan Jupyter, dua framework yang hampir tidak mungkin absen dari workflow developer AI mana pun. Model yang dibangun dan diuji di workstation lokal ini bisa langsung dipindahkan ke cloud atau data center tanpa sentuhan kode tambahan. Bagi tim yang sudah punya pipeline deployment, ini bukan fitur kecil.

Logika ekonominya juga masuk akal. Dengan memindahkan fase riset dan eksperimen ke lingkungan lokal, perusahaan bisa memangkas biaya komputasi cloud yang kerap meledak selama tahap iterasi awal. Kapasitas cloud kemudian bisa difokuskan untuk deployment produksi, bukan sekadar uji coba model yang gagal tiga kali sehari.

Dari sisi konektivitas, ThinkStation PGX dibekali empat port USB4 berkecepatan 20 Gb/s dan jaringan 10 GbE LAN. Transfer dataset ratusan gigabyte bukan lagi masalah yang perlu dipikirkan panjang.

ThinkStation PGX kini tersedia melalui Lenovo Official Store dan Authorized Store di seluruh Indonesia. Soal harga, Lenovo menerapkan sistem konfigurasi fleksibel, harga akhir menyesuaikan spesifikasi yang dipilih. Entah kebetulan atau tidak, pendekatan ini juga membuat calon pembeli sulit langsung membandingkan angka dengan kompetitor di rak toko sebelah.