Lenovo sedang tidak main-main di segmen laptop gaming. Dua produk diperbarui nyaris bersamaan: Legion Slim 5 Gen 9 yang membidik gamer dan kreator konten kelas atas, serta LOQ 15 Gen 11 yang datang dengan tawaran lebih menggiurkan untuk segmen menengah berkat GPU generasi terbaru NVIDIA.
Legion Slim 5 Gen 9 melanjutkan formula yang sudah terbukti: performa brutal dalam bodi yang tidak memalukan dibawa ke kafe. Bobot mulai 2,1 kg dengan sasis aluminium Luna Grey membuat laptop ini tidak terasa seperti perangkat gaming pada umumnya. Pilihan prosesor mencakup AMD Ryzen 9 8945HS dari seri Ryzen 8040 atau Intel Core Ultra 9 185H, keduanya dipasangkan dengan chip Lenovo LA1 AI yang bertugas mengoptimalkan batas daya CPU dan GPU secara real-time. Performa yang keluar, dengan kata lain, bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan angka yang bisa dipertahankan saat sesi gaming panjang.
Kartu grafisnya adalah NVIDIA GeForce RTX 4070 Laptop GPU dengan TGP 140W penuh, didinginkan sistem termal Legion ColdFront 5.0. Layarnya 16 inci WQXGA beresolusi WQXGA dengan rasio 16:10, refresh rate 240Hz, dan cakupan warna 100% DCI-P3. Angka yang terakhir itu relevan bukan hanya untuk gaming, tapi juga bagi kreator konten yang butuh akurasi warna ketika bekerja di sela sesi gaming. Dua kebutuhan, satu mesin.
LOQ 15 Gen 11 datang dengan positioning berbeda, tapi argumen yang sama kuatnya. Ini laptop gaming kelas menengah yang tidak mau terlihat kelas menengah. Warna Whirlwind Green dengan bezel hitam dan aksen keyboard senada, lengkap dengan mouse wireless sewarna di beberapa pasar, adalah pernyataan desain yang jarang terlihat di segmen ini. Beratnya pun 2,1 kg, cukup portabel untuk laptop gaming 15 inci.
Performa LOQ 15 Gen 11 bertumpu pada AMD Ryzen 7 250 berbasis Zen 4, konfigurasi 8-core 16-thread dengan clock boost hingga 5,1GHz. GPU terintegrasi Radeon 780M hadir sebagai bantalan untuk kebutuhan grafis ringan. Bagian yang paling mengejutkan justru ada di pilihan GPU diskretnya: Lenovo menyematkan tiga opsi dari lini NVIDIA GeForce RTX 50 Series, semua sudah menggunakan memori GDDR7 8GB. Lompatan generasi yang cukup berani, dan Lenovo memilih mendaratkannya di lini yang lebih terjangkau terlebih dulu, bukan di pucuk tertinggi portofolionya.
Dukungan DLSS 4, ray tracing generasi baru, dan fitur AI generatif yang lebih matang membuat RTX 50 Series terasa bak gayung bersambut untuk gamer 1080p yang sudah lama menunggu lompatan nyata tanpa harus membeli mesin Legion. Layarnya 15,3 inci IPS beresolusi 1920x1200 piksel, refresh rate 165Hz, cakupan 100% sRGB. Bukan sekelas panel Legion, tapi bagi gamer yang memang bermain di resolusi 1080p, angka ini lebih dari cukup. RAM DDR5-5600 hingga 32GB dan dual slot M.2 SSD memberi ruang upgrade yang fleksibel, sesuatu yang sering absen di laptop gaming harga serupa.
Soal harga, LOQ 15 Gen 11 dibanderol mulai sekitar 1.600 Poundsterling atau sekitar Rp34 jutaan di pasar global, sementara di Amerika Serikat dipatok mulai US$1.645. Sudah tersedia di Inggris, Jerman, Swiss, Kanada, dan Australia. Konfirmasi resmi untuk pasar Indonesia? Belum ada.
Dua produk, dua target pasar, satu strategi: Lenovo ingin tidak ada celah yang bisa diisi kompetitor di segmen gaming. Pertanyaannya tinggal kapan keduanya mendarat di Indonesia, dan berapa harga yang rela dibayar pasar lokal.