Pameran game terbesar di dunia itu baru saja membuka pintunya, tapi bagi sejumlah pengembang, Gamescom 2026 di Cologne, Jerman, sudah terasa seperti mimpi buruk. Bukan karena antusiasme pengunjung surut, justru sebaliknya. Tapi karena satu pagi yang menyesakkan: booth kosong, kabinet jebol, dan laptop yang seharusnya menjalankan demo game raib tanpa jejak.
Setidaknya tiga pihak resmi mengonfirmasi menjadi korban. Penerbit asal Amerika Serikat iam8bit kehilangan dua laptop yang sedang digunakan untuk sesi demonstrasi Petal Runner dan Escape Academy 2: Back 2 School kepada media dan kreator konten. Pengembang indie Ryan Laley mengklaim hingga delapan laptop dari boothnya lenyap setelah venue ditutup malam sebelumnya, semua berisi demo game horor miliknya yang berjudul Mimic. Tessera Studios, studio asal Spanyol, menemukan kabinet mereka dipaksa buka. Yang dibawa: dua laptop dan satu unit Steam Deck berisi demo The Zibbo Show.
Isi perangkat itulah yang bikin situasi ini jauh lebih pelik dari sekadar kerugian material. Build game yang belum pernah dirilis ke publik, versi yang sedang dalam proses demo eksklusif, kini entah ada di tangan siapa. iam8bit secara terbuka mengakui kekhawatiran itu. "Today at gamescom we arrived at our station in the business area hall to discover that our two laptops had been stolen overnight, despite the presence of Koelnmesse security. These were machines we were using to demo iam8bit Presents titles Petal Runner and Escape Academy 2 to media and content creators during the show. On top of obviously disrupting our very busy appointment schedule, this theft has potentially put unfinished builds of these games at risk of being leaked," tulis mereka di akun X. Bagi studio besar, kebocoran build mungkin menyakitkan. Bagi tim indie kecil yang mengandalkan momen Gamescom untuk presentasi perdana kepada media, itu bisa jadi bencana bagi strategi pemasaran yang sudah direncanakan berbulan-bulan.
Laley tidak menyembunyikan perasaannya. "My #gamescom cut short. Our equipment was stolen last night from the booth. Police reports have been filed. At a loss for words to describe the feeling. Just defeated," tulisnya di media sosial pada 28 Agustus 2026. Kehilangan bukan hanya alat kerja, tapi juga momentum yang susah payah dibangun.
Pola geografis insiden ini patut dicermati. Booth Laley dan iam8bit berdampingan di Hall 4.1, persis di samping pintu masuk barat, lokasi yang secara logistik memang rentan. Tessera Studios? Jauh dari keduanya, di Hall 10.2. Artinya bukan aksi oportunistik satu titik. Agaknya ada pelaku yang bergerak sistematis di lebih dari satu area.
Penyelenggara, Koelnmesse bersama Asosiasi Industri Game Jerman, angkat bicara lewat pernyataan resmi di X. "Kami menanggapi laporan tersebut dengan sangat serius, dan kami sangat memahami rasa frustrasi yang dialami peserta yang terdampak," tulis mereka. Namun mereka juga mengingatkan bahwa keamanan khusus per booth harus dipesan terpisah oleh masing-masing ekshibitor, dan asuransi terhadap pencurian sudah disarankan sejak awal dalam syarat partisipasi. "Keamanan merupakan salah satu prioritas tertinggi bagi kami sebagai penyelenggara acara. Namun dalam acara berskala besar, akan selalu ada pihak yang berusaha memanfaatkan situasi," tambah penyelenggara. Kalimat yang, entah kebetulan atau tidak, terasa seperti pembelaan halus di tengah situasi yang harusnya bisa lebih diantisipasi.
Gamescom 2026 sendiri secara skala adalah yang terbesar sepanjang sejarahnya. Lebih dari 1.600 peserta pameran dari 67 negara mengisi seluruh aula di Cologne Exhibition Center seluas 233.000 meter persegi, dan ini pertama kalinya semua aula terbooking penuh. Felix Falk, managing director Asosiasi Industri Game Jerman, menyebut ini pertanda kuatnya daya tarik budaya gaming global. Ironis, justru di panggung terbesar itu, studio-studio kecil yang paling bersemangat hadir malah pulang dengan tangan kosong dan kepala penuh kekhawatiran soal konten yang berpotensi bocor.
Polisi setempat sudah menangani kasus ini. Penyelidikan masih berjalan, belum ada tersangka ditangkap, belum ada perangkat ditemukan. Bagi para pengembang yang sudah membangun demo selama berbulan-bulan dan terbang ke Cologne dengan harapan besar, pertanyaan paling mengganggunya bukan soal laptop pengganti. Melainkan: ke mana perginya build game mereka?