RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Laba Bank Mandiri Tembus Rp15,4 T di Kuartal I-202...

Finansial

Laba Bank Mandiri Tembus Rp15,4 T di Kuartal I-2026, DPK Melesat 21%

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp15,4 triliun pada kuartal pertama 2026, tumbuh 16,6% YoY, ditopang lonjakan DPK 21,1% dan pertumbuhan kredit yang hampir dua kali lipat rata-rata industri.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengantongi laba bersih Rp15,4 triliun sepanjang Januari-Maret 2026. Torehan itu naik 16,6% dibanding periode yang sama tahun lalu. Bukan angka kecil.

Tapi yang lebih menarik justru sumber pertumbuhannya. Dana pihak ketiga BMRI melonjak 21,1% secara tahunan, jauh di atas rata-rata industri. Dana murah alias CASA ikut terkerek 12,7% YoY hingga menembus Rp1.201 triliun. Bagi bank, CASA itu oksigen: makin besar porsinya, makin murah biaya dananya.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan lonjakan DPK ini menandakan perusahaan mampu menjaga kepercayaan nasabah. "Menghasilkan pengelolaan likuiditas stabil dan berkelanjutan," katanya dalam paparan kinerja kuartal I-2026, Selasa (21/4/2026).

Dari sisi kredit, BMRI membukukan pertumbuhan 17,4% YoY. Nyaris dua kali lipat dibanding ekspansi kredit industri. Riduan bilang penyaluran difokuskan untuk mendorong aktivitas ekonomi riil, khususnya sektor produktif dan padat karya. Kredit UMKM sendiri tumbuh 5,27% YoY, angka yang terlihat moderat tapi patut dicermati mengingat kredit UMKM industri perbankan masih mengalami kontraksi.

Pendapatan bunga naik 11,1% YoY menjadi Rp21,2 triliun, sementara total pendapatan terkerek 9,15% YoY. Return on equity tercatat 22,1% menurut laporan perseroan, dengan capital adequacy ratio terjaga di 19,7%.

Lalu soal kualitas aset. NPL bank only bertengger di 0,98%, cost of credit hanya 0,48%, dan coverage ratio mencapai 245%. Terjemahan sederhananya: untuk setiap potensi kredit bermasalah, Bank Mandiri sudah menyiapkan pencadangan hampir dua setengah kali lipat. Cukup tebal.

Direktur Finance & Strategy Novita Widya Anggraini menyebut fundamental perseroan tetap solid. "Performance yang bagus di laba tersebut juga diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga," ujarnya dalam kesempatan yang sama. Permodalan bank, dengan CAR 19,7% dan ROE 20,1%, menurut Novita mencerminkan kehati-hatian yang tidak mengorbankan profitabilitas.

Sepanjang sisa 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan DPK lebih tinggi dari pertumbuhan kredit. Fokusnya jelas: memperbesar porsi CASA. Loan to deposit ratio akan dijaga di level sehat, NIM diproyeksikan stabil, ditopang optimalisasi portofolio dan efisiensi cost of fund.

Strategi fee-based income juga digenjot, terutama yang bersifat recurring. Ekosistem digital seperti Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri jadi mesin utama untuk mendongkrak volume transaksi nasabah.

Pertanyaannya, berapa lama momentum ini bisa dijaga? Tekanan dari ketidakpastian global dan potensi perlambatan domestik belum hilang. Tapi dengan coverage ratio setinggi itu dan CASA yang terus membesar, agaknya BMRI punya bantalan yang cukup tebal untuk melewati tahun ini.