Sabtu (11/7/2026), Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah turun langsung ke Karanganyar, Jawa Tengah, dalam kegiatan pembinaan dan kurasi produk ekonomi kreatif menjelang peluncuran Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan. Pesannya tegas: kurasi produk bukan soal memilih mana yang paling cantik tampilannya, melainkan soal mengubah cara berpikir pelaku UMKM tentang kualitas, inovasi, dan positioning di pasar.
Konteksnya tidak bisa diabaikan. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,08 persen di kuartal IV 2025, tapi kontribusi UMKM dalam mendorong ekspor masih jauh dari potensinya. Jutaan pelaku usaha kecil masih terjebak di pasar lokal, dihajar produk impor yang sudah terstandar dan punya brand awareness kuat. Angka yang, kalau dipikir-pikir, seharusnya bikin semua pihak duduk dan berpikir lebih serius.
"UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang harus terus didorong agar mampu naik kelas. Produk-produk UMKM harus memiliki kualitas yang baik, legalitas yang jelas, kemasan yang menarik, branding yang kuat, serta mampu memanfaatkan pemasaran digital agar dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional," kata Siti dalam keterangannya.
Empat pilar itu, menurut Siti, wajib dibenahi bersamaan. Tidak bisa sepotong-sepotong. Legalitas saja tanpa kemasan yang layak, percuma. Branding kuat tapi nihil digital marketing, ya sama saja. Agaknya inilah yang selama ini terlewat dari banyak program pemberdayaan UMKM yang lebih suka merayakan peluncuran ketimbang memastikan dampak jangka panjangnya.
Soal digital, angkanya bicara sendiri. Kontribusi ekonomi digital terhadap PDB sudah menyentuh 8,2 persen pada 2025. Teknologi AI kini memungkinkan UMKM menganalisis tren pasar global secara real-time, mengoptimalkan rantai pasok, hingga merancang strategi pemasaran berbasis segmentasi yang jauh lebih akurat dibanding metode konvensional. Masalahnya klasik: sebagian besar pelaku UMKM, terutama di daerah, belum punya akses ke peranti semacam itu, apalagi yang terjangkau dan mudah dioperasikan.
Pasar Jadoel Reborn sendiri dirancang sebagai semacam laboratorium hidup dari konsep yang Siti perjuangkan. Kawasan ini memadukan potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat dalam satu ekosistem, melibatkan pemerintah daerah, komunitas ekonomi kreatif, dunia usaha, dan masyarakat. Bukan program satu kali, setidaknya itu yang diklaim penggagasnya.
Ketua Umum Paguyuban Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan Yonatan Liliek Prihartanto menyebut proses kurasi dan pembinaan sebagai langkah awal yang krusial sebelum kawasan ini resmi diluncurkan. Ia berharap kolaborasi antar-pemangku kepentingan yang sudah terbentuk bisa menjadi fondasi ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh di Karanganyar, dan menjadikan Pasar Jadoel Reborn sebagai ikon wisata budaya baru yang benar-benar menyejahterakan warga.
Dampak positif dari peningkatan daya saing UMKM memang berlapis: lebih banyak lapangan kerja, devisa dari ekspor, hingga penurunan ketimpangan yang Gini Ratio-nya masih tercatat 0,379 per September 2025. Tidak main-main. Tapi semua itu bergantung pada satu pertanyaan yang belum terjawab tuntas: apakah pemerintah siap menyediakan ekosistem dukungan yang nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar program seremonial yang senyap setelah foto bersama di hari peluncuran?