Sebanyak 25 ekor sapi dan 56 ekor kambing disalurkan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, agenda tahunan yang tahun ini terasa lebih berat simboliknya ketika tekanan ekonomi masih mengimpit dunia kerja.
Penyerahan simbolis berlangsung di PUK KEP KSPSI PT Cahaya Perdana Plastic (CPP) Lions Star, Jakarta, Rabu (27/5/2026). Bukan angka kecil bagi sebuah organisasi buruh.
Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea menegaskan, tradisi kurban ini bukan sekadar ritual keagamaan yang dijalankan setahun sekali. Organisasi ingin membuktikan bahwa serikat pekerja punya kaki di dua dunia: advokasi hak buruh di meja perundingan, sekaligus kehadiran nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. "Kami ingin keberadaan serikat pekerja juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya mereka yang membutuhkan," kata Andi Gani saat menyerahkan hewan kurban.
Pelibatan warga sekitar kantor KSPSI AGN disebut sebagai pendekatan yang disengaja, bukan formalitas distribusi daging. Andi Gani menyebut semangat gotong royong sebagai fondasi, dan momentum Idul Adha sebagai pengingat bahwa perjuangan buruh tidak bisa dilepaskan dari nilai kebersamaan yang lebih luas. "Momentum Idul Adha mengajarkan pentingnya berbagi dan mempererat persaudaraan. Karena itu, kami melibatkan masyarakat sekitar agar semangat kebersamaan ini terus terjaga," ujarnya. Ia juga mengajak seluruh elemen buruh untuk mengubah semangat pengorbanan Idul Adha menjadi energi kolektif memperjuangkan kesejahteraan.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menjabat Ketua Dewan Penasihat KSPSI AGN, turut berkontribusi dengan menyerahkan 11 ekor sapi limousin. Hewan kurban itu didistribusikan ke DPD dan DPC KSPSI AGN di sejumlah wilayah. Sinyal terbuka. Keterlibatan Kapolri bukan urusan sepele, kalau pun bisa dibaca sebagai gestur politis, efeknya tetap terasa di lapangan: daging sampai ke tangan yang membutuhkan. Jenderal Listyo Sigit menyampaikan harapannya agar kurban ini membawa manfaat luas sekaligus mempererat solidaritas antara pekerja, organisasi, dan elemen masyarakat lainnya.
Kegiatan semacam ini bisa dibaca sebagai upaya KSPSI AGN membangun modal sosial. Kepercayaan publik terhadap serikat pekerja kerap dipertanyakan, dan distribusi kurban yang menjangkau masyarakat umum, bukan cuma anggota, adalah salah satu cara menjawab pertanyaan itu. Entah cukup atau tidak, itu urusan lain.