Rabu pagi di lingkungan PT Cahaya Perdana Plastic (CPP) Lions Star, Jakarta, penyerahan simbolis hewan kurban KSPSI AGN berlangsung tepat di mana para buruh sehari-hari bekerja. Bukan di aula mewah. Momentum itu agaknya dipilih dengan sadar.
Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea (DPP KSPSI AGN) menyalurkan total 25 ekor sapi dan 56 ekor kambing ke sejumlah daerah lewat jaringan organisasinya pada perayaan Idul Adha 2026, Rabu (27/5/2026). Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea menyebut ini bukan program dadakan, melainkan agenda sosial tahunan yang sudah berjalan konsisten.
Penyaluran dilakukan lewat Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang yang tersebar di beberapa wilayah. Penerima manfaatnya bukan hanya anggota serikat, tapi juga warga yang bermukim di sekitar kantor-kantor sekretariat KSPSI AGN. "Kami ingin keberadaan serikat pekerja juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya mereka yang membutuhkan," kata Andi Gani dalam seremoni penyerahan di lokasi.
Kontribusi juga datang dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menjabat Ketua Dewan Penasihat KSPSI AGN. Sebelas ekor sapi jenis limousin diserahkan Jenderal Listyo untuk didistribusikan melalui DPD dan DPC di beberapa daerah. Angka yang tidak kecil.
Idul Adha tahun ini, kata Andi Gani, punya bobot tersendiri. Gejolak ekonomi dan tekanan ketenagakerjaan yang masih dirasakan banyak pekerja menjadi latar yang membuat momen ini terasa lebih dari sekadar ritual. "Momentum Idul Adha mengajarkan pentingnya berbagi dan mempererat persaudaraan. Karena itu, kami melibatkan masyarakat sekitar agar semangat kebersamaan ini terus terjaga," ujarnya.
Kepada para buruh, pesan disampaikan langsung. Bukan pidato kosong, setidaknya itu yang hendak ditunjukkan. "Mari jadikan semangat pengorbanan untuk terus berada di garis perjuangan yang sama meraih keadilan dan kesejahteraan bagi buruh," ucap Andi Gani.
Bagi organisasi sebesar KSPSI AGN, program kurban tahunan ini bisa dibaca lebih dari sekadar filantropi. Serikat pekerja yang hanya muncul saat musim demo upah minimum kerap kehilangan kepercayaan anggotanya lebih cepat dari yang mereka sadari. Pertanyaannya sederhana: apakah kehadiran itu terasa nyata di luar meja perundingan? Kalau data kepercayaan anggota bisa bicara, program seperti ini adalah jawabannya.