MINGGU, 18 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Kospi Dihajar 6,31 Persen, Samsung dan SK Hynix Ja...

Finansial

Kospi Dihajar 6,31 Persen, Samsung dan SK Hynix Jadi Biang Kerok

Indeks saham utama Korea Selatan ambruk lebih dari 6 persen pada Kamis (16/7/2026), dipicu kombinasi kenaikan suku bunga, aksi jual saham semikonduktor, dan kekhawatiran atas ETF leverage berbasis saham tunggal.

Kenapa Indeks Saham Korea Selatan Kospi Anjlok 6,31 Persen?

Kospi ambruk 468,81 poin atau 6,31 persen ke level 6.820 pada sesi perdagangan Kamis, dengan titik terendah intraday sempat menyentuh 6.731, setara koreksi 8 persen dari pembukaan. Ini bukan sekadar profit taking biasa.

Dalam satu bulan terakhir, indeks ini sudah tergerus lebih dari 27 persen dari puncaknya di 9.386 pada Juni. Secara teknikal, Kospi resmi berada di teritori bearish. Yang ironis, secara year to date indeks ini masih menguat 58,26 persen, salah satu reli terkuat di Asia tahun ini. Sebagian besar gain itu kini terancam menguap.

Tiga tekanan datang bersamaan. Bank of Korea menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 2,75 persen, langkah pertama sejak Januari 2023. Inflasi yang merayap naik akibat tensi Timur Tengah, ditambah utang rumah tangga yang menggelembung, memaksa bank sentral bertindak. Bagi pasar, sinyal ini bak gayung bersambut dengan kekhawatiran yang sudah lama menumpuk: biaya pinjaman naik, margin perusahaan tertekan, investor mulai memangkas eksposur ke aset berisiko.

Justru saham-saham semikonduktor yang paling dihajar. Samsung Electronics rontok sekitar 9 persen, SK Hynix anjlok hingga 12 persen dalam satu sesi. Keduanya bukan emiten sembarangan dalam komposisi Kospi, menyumbang sekitar dua pertiga dari total kenaikan indeks sepanjang tahun ini. Dalam sebulan, Samsung sudah terkoreksi 26 persen dan SK Hynix hampir 23 persen. Angka yang tidak main-main.

Sentimen negatif makin tebal ketika Financial Services Commission (FSC) mengumumkan akan meninjau ulang produk ETF berlipat ganda berbasis saham tunggal. Produk-produk ini banyak menggunakan Samsung dan SK Hynix sebagai aset acuan dan dinilai berpotensi memperparah gejolak pasar. Ketua FSC Lee Eog-weon terang-terangan menyebut produk tersebut sebagai "produk berisiko tinggi" dan mengakui regulator telah menjelaskan risikonya kepada investor.

Pemerintah Seoul sejauh ini menolak opsi penghentian perdagangan ETF berlipat ganda, khawatir justru memicu kepanikan lebih dalam. Agaknya mereka sedang mencari titik tengah antara intervensi dan membiarkan pasar menyesuaikan diri sendiri.

Bagi investor yang selama ini riding the wave reli Kospi berbasis tema AI dan semikonduktor, koreksi ini jadi pengingat keras bahwa reli yang cepat bisa berbalik sama cepatnya. Pertanyaannya sekarang: apakah ini sekadar koreksi sehat, atau awal dari pembalikan tren yang lebih panjang?