SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  KOSPI Cetak Rekor, Reli Chip AI Angkat Asia hingga...

Finansial

KOSPI Cetak Rekor, Reli Chip AI Angkat Asia hingga Wall Street

Indeks KOSPI Korea Selatan mencetak rekor tertinggi 8.131,15 pada Senin (25/5), ditopang lonjakan saham chipmaker dan euforia siklus belanja infrastruktur AI global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Global Market Update: South Korea's KOSPI hits record as SK Hynix joins $1 trillion club after Samsung, Micron - The Economic Times

Sepanjang 2026, Korea Selatan pelan-pelan membuktikan diri sebagai salah satu bursa paling garang di Asia. Senin kemarin, KOSPI resmi mencetak rekor tertinggi di level 8.131,15, setelah sempat melonjak hingga 3,6% dalam sesi yang ramai. Lebih dari 90% sudah dikantungi indeks ini sejak Januari, angka yang bukan main bagi bursa yang beberapa tahun lalu masih berjibaku dengan tekanan geopolitik.

Bintang utama reli kali ini: SK Hynix. Sahamnya melejit lebih dari 7% dalam sehari. Sebagai pemasok memori high-bandwidth (HBM) utama untuk akselerator AI generasi terkini, posisinya memang sedang strategis sekali. Permintaan chip HBM untuk server AI terus menggelembung seiring ekspansi infrastruktur komputasi para hyperscaler global. Samsung Electronics ikut ketiban berkah, meski lebih moderat, hampir 3%.

Katalis eksternalnya juga tidak kecil. Kinerja Nvidia yang kembali melampaui ekspektasi menjadi sinyal kuat bahwa siklus belanja modal AI belum masuk fase pendinginan. Ekspor semikonduktor Korea Selatan sendiri membukukan pertumbuhan solid, validasi bahwa negara ini bukan sekadar numpang tren, tapi memang berada di jantung rantai pasok chip global. Meredanya tensi di Timur Tengah turut menambah mood positif pasar, bak gayung bersambut.

Sentimen mengalir ke barat, sampai ke Wall Street. Investor mulai memperluas taruhan dari lapisan perangkat keras ke software dan layanan AI. SoundHound, misalnya, baru meluncurkan platform Oasys yang diklaim sebagai agentic AI swakelola pertama di dunia. Pendapatannya di kuartal pertama tumbuh 52% menjadi US$44,2 juta. Tapi rugi operasional selama 12 bulan terakhir masih menganga di US$200,5 juta, dan sahamnya sudah amblas 18% sepanjang tahun. Pertumbuhan tinggi, kerugian jumbo. Kombinasi yang selalu bikin investor terpecah.

Accenture bergerak lebih pragmatis. Pada 19 Mei lalu, perusahaan konsultan teknologi raksasa itu menanamkan investasi di Aera Technology, startup yang fokus pada solusi agentic AI untuk rantai pasok. The Hershey Company sudah jadi pengguna awalnya, menggunakan teknologi Aera untuk memitigasi gangguan distribusi. Accenture meyakini otomasi pengambilan keputusan bisa menekan biaya operasional klien korporasi, klaim yang, kalau data ini bisa dipercaya, masih perlu dibuktikan dalam skala lebih luas.

Di balik euforia ini, ada catatan yang layak dicermati. Bloomberg melaporkan kejatuhan tajam saham produsen kabel Jepang pekan ini, pengingat bahwa reli infrastruktur AI tidak merata ke seluruh rantai pasok. Koreksi di segmen periferal seperti kabel bisa jadi sinyal awal rotasi, terutama ketika valuasi di segmen inti sudah berlari jauh meninggalkan fundamentalnya. Pertanyaannya, berapa lama divergensi ini bertahan sebelum pasar mulai menghitung ulang? Analis mulai menyarankan agar investor menimbang komposisi eksposur antara pemasok chip utama dan lapisan software yang agaknya lebih tahan banting.

Dua angka yang akan menentukan arah berikutnya: panduan belanja modal dari para hyperscaler dan laporan keuangan Nvidia. Bahan bakar masih ada, atau sudah mulai jalan di tempat, pasar sendiri yang akan menjawab.