SENIN, 19 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Komisaris BIRD Lepas 52,56 Juta Saham di Bawah Har...

Finansial

Komisaris BIRD Lepas 52,56 Juta Saham di Bawah Harga Pasar, Kepemilikan Tinggal 0,4%

Sri Adriyani Lestari DR, komisaris sekaligus pewaris Blue Bird, menjual 52,56 juta saham BIRD senilai Rp78,31 miliar dengan harga diskon dari harga pasar. Tujuan transaksi dicatat sebagai 'koreksi pribadi'.

Petinggi Blue Bird (BIRD) Jual 52,56 Juta Saham, Kepemilikan Turun Jadi 0,4 Persen

Sepanjang sesi perdagangan 15 Juni 2026, saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) bergerak cukup solid, ditutup menguat 70 poin ke Rp1.610 per saham. Tapi di hari yang sama, salah satu anggota Dewan Komisaris justru melepas puluhan juta lembar saham perseroan dengan harga yang bahkan berada di bawah level terendah perdagangan hari itu.

Sri Adriyani Lestari DR, komisaris sekaligus pewaris keluarga pendiri Blue Bird, menjual 52,56 juta saham BIRD di harga Rp1.490 per saham. Total transaksi: Rp78,31 miliar. Diskon yang cukup dalam, kalau data ini bisa dipercaya begitu saja, mengingat harga terendah BIRD pada sesi yang sama tercatat Rp1.545, jauh di atas harga jual Sri.

Dalam laporan kepemilikan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai POJK Nomor 4/2024, alasannya singkat saja: "koreksi pribadi." Tidak ada penjelasan lebih jauh soal apa yang dimaksud frasa itu. Transaksi dilakukan secara langsung, tanpa skema repo.

Dampaknya ke struktur kepemilikan tidak kecil. Dari 62,56 juta saham yang setara 2,50% hak suara, kepemilikan Sri amblas ke 10 juta saham atau 0,40% saja. Porsi yang sebelumnya lumayan kini nyaris tidak kelihatan di daftar pemegang saham. Meski begitu, sebagai bagian dari pengendali Blue Bird, Sri menegaskan tetap akan mempertahankan pengendaliannya atas perseroan.

Rekam jejaknya di Blue Bird terbilang panjang. Jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan 1999 ini mulai berkarier di perusahaan keluarga sejak 2001 sebagai Assistant Director, lalu berturut-turut menjabat General Manager Pool Garuda dan Vice President of Regulatory Affairs. Ia juga duduk sebagai komisaris di sederet anak usaha BIRD, dari PT Big Bird Pusaka hingga PT Silver Bird.

Struktur kepemilikan BIRD sendiri masih dikuasai keluarga Djosoetono. Per 3 Juli 2026, Pusaka Citra Djosoetono menggenggam 28,37% saham, disusul Purnomo Prawiro dengan 14,18%, serta sejumlah anggota keluarga lain yang masing-masing berkisar di angka 6%. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Sumitomo masing-masing tercatat 4,32% dan 1,98%.

Pasar agaknya tidak terlalu terusik. Pada Senin (20/7/2026), saham BIRD masih betah di zona hijau, naik 10 poin ke Rp1.620 dengan rentang perdagangan Rp1.610 hingga Rp1.630. Volume yang masuk masih wajar, sekitar 3.040 lot dengan nilai transaksi Rp492,66 juta hingga pertengahan sesi pertama. Sinyal dari lantai bursa, setidaknya untuk sementara, jauh lebih tenang dibanding aksi jual yang memicunya.