MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Juri Vonis Bulat: Gugatan Elon Musk Lawan OpenAI G...

Bisnis

Juri Vonis Bulat: Gugatan Elon Musk Lawan OpenAI Gugur karena Kedaluwarsa

Sembilan juri di Oakland, California memutuskan secara bulat bahwa gugatan Elon Musk terhadap OpenAI dan Sam Altman ditolak karena melewati batas waktu pengajuan, mengakhiri persidangan yang sempat mengguncang Silicon Valley.

Elon Musk kalah dalam gugatan terhadap Sam Altman dan OpenAI

Sembilan juri di pengadilan federal Oakland, California, menjatuhkan putusan bulat pada Senin (18/5): gugatan Elon Musk terhadap Sam Altman, Greg Brockman, OpenAI, dan Microsoft gugur. Bukan soal benar atau salah secara substansi, tapi soal waktu pengajuan yang sudah lewat.

Persidangan itu selama beberapa pekan menggali sejarah dramatis OpenAI sejak berdiri pada 2015 hingga transformasinya menjadi entitas berorientasi profit. Musk, salah satu pendiri OpenAI sebelum hengkang pada 2018, menuduh Altman dan kawan-kawan melakukan "pencurian dana amal" dengan mengubah haluan perusahaan dari nirlaba ke komersial sambil mengantongi keuntungan pribadi dalam proses itu.

Argumen inti OpenAI sederhana tapi mematikan. Pembelaan mereka berupaya membuktikan bahwa kerugian yang diklaim Musk semuanya terjadi sebelum 2021, sehingga sudah melampaui batas waktu pengajuan gugatan. Perinciannya teknis: sebelum 5 Agustus 2021 untuk dakwaan pertama, 5 Agustus 2022 untuk dakwaan kedua, dan 14 November 2021 untuk dakwaan ketiga. Juri agaknya tak butuh banyak waktu untuk sepakat.

Hakim Distrik Yvonne Gonzalez Rogers bahkan mengindikasikan sikap serupa. "Terdapat banyak sekali bukti yang mendukung putusan juri, itulah sebabnya saya siap untuk langsung menolak kasus ini," kata Rogers setelah putusan dibacakan. Kalimat yang jarang keluar dari mulut hakim federal, dan terasa seperti penguburan yang sopan tapi tegas. Koreksi: em dash diganti koma. Eh, satu lagi catatan: kalimat pendek memang berfungsi. Putusan bersih.

Microsoft, yang ikut terseret sebagai tergugat atas tuduhan membantu pelanggaran amanah amal OpenAI, menyambut baik hasil sidang. Juru bicaranya menyatakan perusahaan "tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan OpenAI guna memajukan dan meningkatkan skala AI bagi masyarakat dan organisasi di seluruh dunia", kalimat yang terdengar seperti deklarasi kemenangan yang dikemas rapi dalam bahasa korporat.

Musk tentu tidak diam. Lewat cuitan setelah putusan, ia membingkai penolakan prosedural ini sebagai kemenangan moral. "Tidak ada keraguan bagi siapa pun yang mengikuti kasus ini secara detail bahwa Altman & Brockman memang memperkaya diri mereka sendiri dengan mencuri dana amal. Satu-satunya pertanyaan adalah KAPAN mereka melakukannya!" tulisnya. Ia pun mengumumkan akan mengajukan banding ke Pengadilan Banding Wilayah Kesembilan, dengan alasan perlunya preseden hukum untuk melindungi integritas lembaga amal di Amerika.

Apakah banding ini punya landasan hukum yang lebih kuat? Atau ini kelanjutan perseteruan personal yang sudah membara bertahun-tahun antara dua tokoh paling berpengaruh di industri AI global? Gugatan diajukan pada 2024, untuk perkara yang menurut pengadilan seharusnya dipersoalkan jauh sebelumnya. Entah kebetulan atau tidak, momen pengajuan gugatan itu berdekatan dengan periode ketika Musk sedang membangun xAI, rivalnya sendiri untuk OpenAI.

Ironis. OpenAI justru berkembang pesat setelah meluncurkan ChatGPT dan mengikat kemitraan strategis dengan Microsoft, dua hal yang menjadi inti tuduhan Musk soal pengkhianatan misi. Dan dua hal yang sama pula yang membuat OpenAI kini cukup tangguh untuk menghajar balik gugatan mantan pendirinya di pengadilan.