MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Merah di Jakarta Tem...

Bisnis

Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Merah di Jakarta Tembus Rp80 Ribu

Harga cabai rawit merah di Jakarta melonjak 12,12% dalam sepekan, dipicu kombinasi curah hujan tinggi di daerah produsen dan lonjakan permintaan menjelang Idul Adha.

Pemprov DKI Pantau Kenaikan Harga Pangan Naik Jelang Idul Adha

Cabai rawit merah sudah menyentuh Rp80.354 per kilogram di pasar-pasar Jakarta, naik Rp8.689 hanya dalam seminggu. Kenaikan 12,12% ini bukan sekadar fluktuasi biasa, dan pemerintah provinsi sudah tahu persis penyebabnya.

Berdasarkan pemantauan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta pada minggu kedua Mei 2026, seluruh komoditas hortikultura strategis kompak bergerak naik dibanding pekan sebelumnya. Cabai merah keriting mengikuti dengan kenaikan 5,61% menjadi Rp55.103 per kg, bawang merah naik 3,96% ke Rp54.697 per kg. Cabai merah besar tercatat Rp62.375 per kg, naik 3,84%. Cabai rawit hijau menyusul tipis 3,05% ke Rp59.939 per kg. Kompak, semua naik.

Dua faktor bekerja bersamaan. Kepala Dinas KPKP Hasudungan A. Sidabalok menyebut curah hujan yang masih tinggi di wilayah produsen menekan kualitas panen sekaligus membuka celah bagi organisme pengganggu tanaman untuk menyerang. Produksi turun, pasokan ke ibu kota ikut menipis. Permintaan justru sedang menanjak karena mendekati Idul Adha.

"Menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Adha terjadi peningkatan permintaan pasar sehingga menyebabkan kenaikan harga komoditas cabai dan bawang," jelas Hasudungan. Kombinasi pasokan yang terjepit dan permintaan musiman yang melonjak adalah resep klasik lonjakan harga, dan itulah yang tengah berlangsung.

Agaknya bukan kebetulan pola ini berulang setiap tahun jelang hari besar. Tapi skala kenaikannya kali ini berbeda. Cabai rawit merah dalam sepekan saja sudah melewati batas psikologis Rp80 ribu, angka yang cukup untuk bikin pedagang kecil pusing dan ibu rumah tangga berpikir dua kali sebelum belanja.

Dinas KPKP mengklaim pengawasan tetap berjalan, baik lewat inspeksi langsung ke lapangan maupun melalui aplikasi Informasi Harga Pangan Jakarta (IPJ) yang bisa diakses publik. Seberapa efektif pemantauan itu menahan laju kenaikan jika tekanan dari sisi produksi dan permintaan datang bersamaan? Sampai cuaca di daerah produsen bersahabat kembali, ruang untuk harga turun masih terbatas.