JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  JAXA Jadwalkan Peluncuran MMX Oktober 2026, Incar...

Tekno

JAXA Jadwalkan Peluncuran MMX Oktober 2026, Incar Sampel Phobos

Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) bersiap meluncurkan wahana Martian Moons eXploration ke sistem Mars pada 20 Oktober 2026, membawa misi yang belum pernah dilakukan manusia sebelumnya: mengembalikan sampel dari lingkungan Mars.

New Japanese spacecraft aims to explore the mysterious moons of Mars | Space

Tanggal 20 Oktober 2026 sudah diblok di kalender JAXA. Pukul 04.41 waktu Jepang, roket H3 lepas landas dari Tanegashima Space Center membawa wahana Martian Moons eXploration (MMX) menuju destinasi yang butuh sekitar satu tahun perjalanan: sistem planet Mars.

Tapi ini bukan misi foto-foto biasa. Target utama MMX adalah mendarat di Phobos, salah satu bulan Mars, lalu membawa pulang minimal 10 gram material permukaannya ke Bumi. Angka yang terdengar kecil, tapi cukup untuk membuat komunitas ilmiah global menahan napas.

Jika seluruh rangkaian berjalan mulus, kapsul berisi sampel batuan dan debu Phobos diperkirakan tiba di Bumi pada 2031. Lima tahun dari peluncuran. JAXA menyebut ini sebagai misi pertama dalam sejarah manusia yang mengembalikan material dari lingkungan Mars. Klaim yang masih perlu dibuktikan, tapi ambisinya jelas.

Mengapa Phobos? Bulan kecil berbentuk tidak beraturan itu sudah lama jadi tanda tanya besar bagi para astronom. Dua hipotesis utama terus bersaing: Phobos adalah sisa puing dari tumbukan raksasa yang pernah menghantam Mars miliaran tahun lalu, atau ia asteroid asing yang suatu ketika terperangkap gravitasi Planet Merah. Sampel fisik dari permukaannya, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya, mungkin akhirnya menjawab pertanyaan yang selama ini cuma bisa dijawab dengan spekulasi.

Untuk memaksimalkan hasil ilmiah, misi ini dirancang sebagai proyek multinasional. NASA menyertakan instrumen bernama MEGANE, yang bertugas mengukur neutron dan sinar gamma dari permukaan Phobos guna mengidentifikasi komposisi unsur-unsurnya. Konsorsium lembaga antariksa Eropa berkontribusi lewat rover kecil bernama IDEFIX, dirancang khusus untuk bergerak di medan berbatu dengan gravitasi sangat rendah. Bukan pekerjaan mudah. Pertanyaannya, seberapa jauh rover sekecil itu bisa menjangkau permukaan yang belum pernah disentuh manusia?

Wahana MMX terdiri dari tiga modul utama: propulsi, eksplorasi, dan pengembalian sampel. Desain modular ini memungkinkan wahana menuntaskan perjalanan penuh, dari Bumi ke orbit Mars, turun ke Phobos, hingga kembali lagi. JAXA menyebut misi ini sekaligus sebagai ajang uji coba teknologi perjalanan pulang-pergi Bumi-Mars yang nantinya bisa menjadi fondasi eksplorasi manusia ke Planet Merah. Ambisius, setidaknya di atas kertas.

Ada jendela peluncuran cadangan hingga 7 November 2026, seandainya kondisi teknis atau cuaca memaksa penundaan. Sesampainya di sistem Mars, wahana terlebih dahulu mengamati Phobos dan Deimos dari orbit sebelum mencoba manuver pendaratan yang agaknya menjadi momen paling kritis dari seluruh misi. Satu slip kecil di gravitasi micro-g, dan lima tahun kerja bisa amblas.

Gagasan jangka panjang yang melatarbelakangi MMX cukup visioner: menjadikan Phobos sebagai semacam "stasiun alami" untuk eksplorasi manusia di kawasan Mars di masa depan. Gravitasinya yang rendah membuatnya relatif mudah didekati dibanding Mars sendiri, bak batu loncatan di tengah ruang hampa yang dingin. Tapi mimpi itu dimulai dari 10 gram debu yang harus berhasil dibawa pulang dulu.