MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  ITMG Kuartal I-2026: Jual Lebih Banyak, Kantongi L...

Bisnis

ITMG Kuartal I-2026: Jual Lebih Banyak, Kantongi Lebih Sedikit

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatat pertumbuhan volume penjualan 6% yoy, tapi koreksi harga batu bara memangkas laba bersih 16% menjadi US$56 juta pada kuartal I-2026.

Penopang Kinerja ITMG saat Harga Batu Bara Bergejolak - Halaman all

Ceritanya sederhana: volume naik, duit masuk malah susut.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menutup kuartal pertama 2026 dengan rapor yang terbelah dua. Volume penjualan batu bara melonjak 6% secara tahunan menjadi 6,3 juta ton, cukup untuk mendorong pendapatan tumbuh 3% yoy ke angka US$497 juta. Tapi di ujung laporan laba rugi, yang tersisa justru mengecewakan: laba bersih amblas 16% menjadi US$56 juta, dari US$66,4 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Biang keroknya ada di dua tempat sekaligus. Pertama, harga jual rata-rata (ASP) batu bara tergerus dari US$82 per ton di kuartal I-2025 menjadi US$79 per ton. Koreksi yang kelihatannya tipis, tapi efeknya terasa di margin. Kedua, beban pokok pendapatan justru terkerek 5% yoy karena volume penjualan yang lebih tinggi, termasuk kontribusi dari penjualan pihak ketiga sebesar 0,7 juta ton dan stok batu bara yang tersisa dari akhir 2025. Kombinasi keduanya menekan margin laba bersih ke level 11%.

Produksi? Lebih suram lagi. ITMG hanya mencetak 4,7 juta ton sepanjang Januari-Maret 2026, turun dari 5,3 juta ton setahun sebelumnya. Curah hujan, kata Presiden Direktur ITM Mulianto, jadi penyebab utamanya. Volume penjualan yang tetap naik meski produksi melorot menunjukkan perseroan menguras stok lama, bukan menambah output baru. Pola klasik yang tidak selalu bisa diandalkan terus-menerus.

Royalti yang disetor ke pemerintah ikut membengkak 9% yoy menjadi US$58 juta, sejalan dengan volume penjualan yang lebih tinggi. Beban pajak penghasilan pun melar dari US$19 juta menjadi US$26 juta. Total beban operasional tercatat US$56 juta, relatif stagnan dibanding tahun lalu. Agaknya satu-satunya garis pertahanan yang tidak jebol.

Arus kas operasi justru jadi kabar baik yang sedikit tersembunyi. US$65 juta. Naik 42% dari US$46 juta di kuartal I-2025, terutama karena penurunan pembayaran kepada pemasok. Neraca juga terbilang kokoh: total aset US$2.405 juta, dengan kas dan setara kas US$747 juta ditambah deposito jangka pendek US$192 juta, atau sekitar 39% dari total aset. Bukan angka yang perlu dikhawatirkan.

Total liabilitas menyusut dari US$498 juta di akhir 2025 menjadi US$480 juta per Maret 2026, sementara ekuitas naik tipis ke US$1.925 juta. Laba ditahan tumbuh ke US$1.533 juta, meski sebagian tergerus oleh pembelian saham treasuri senilai US$12 juta sepanjang kuartal pertama.

Bagi pemegang saham, ada sedikit pemanis. RUPS pada 17 April 2026 mengesahkan total distribusi dividen tahun buku 2025 senilai US$115 juta, setara 60% dari laba bersih. Dividen interim US$50 juta atau Rp738 per lembar sudah dibayar November lalu. Sisanya, US$65 juta atau Rp992 per lembar, dijadwalkan cair 19 Mei 2026.

Pertanyaannya, kalau harga batu bara tidak segera pulih dan musim hujan kembali menghantam produksi di kuartal II, seberapa jauh ITMG bisa mengandalkan volume untuk menopang kinerja? Stok lama tidak akan selamanya ada.