Segmen entry-level Indonesia kedatangan pemain baru yang cukup serius. PT Itel Mobile Indonesia, bagian dari grup Transsion yang juga menaungi Tecno dan Infinix, resmi memasarkan Itel Power 80 di harga Rp 2.399.000, membidik pengguna aktif yang selama ini frustrasi dengan daya tahan ponsel murah.
Angka 7.000 mAh di kelas harga ini bukan hal yang umum. Kebanyakan pesaing di kisaran serupa masih berkutat di 5.000 mAh. Itel agaknya sengaja menjadikan kapasitas baterai sebagai senjata utama. Ditambah pengisian cepat 18 watt via USB-C, waktu isi ulang tidak terlalu menyiksa.
Yang justru mengejutkan: klaim ketahanannya. Power 80 mengantongi dua sertifikasi sekaligus, IP68 dan IP69. Bukan sekadar tahan percikan, tapi juga mampu bertahan dari semburan air bertekanan tinggi. IP69 di harga segini? Biasanya fitur itu baru nongol di ponsel kelas menengah ke atas. Ada pula sertifikasi MIL-STD-810H, yang mengklaim daya tahan jatuh dari ketinggian dua meter. Klaim yang, kalau data ini bisa dipercaya, perlu dibuktikan dulu di lapangan.
Dari sisi kamera, Itel bermain di area abu-abu yang sudah jadi kebiasaan vendor entry-level. Modul kamera belakang berbentuk persegi dengan tiga lingkaran, sekilas mengingatkan pada iPhone 17 Pro, meski tata letaknya berbeda. Itel menyusun dua kamera secara horizontal di bagian atas, satu lagi di bawah. Apple pakai pola zig-zag. Yang benar-benar diungkap cuma kamera utama 50 MP. Dua lensa lainnya besar kemungkinan berfungsi sebagai sensor pelengkap, detail yang sengaja dibiarkan kabur dalam materi promosi resmi.
Tiga warna tersedia: Lava Orange, Tundra Green, dan Rock Black. Terasa seperti daftar menu kopi artisan, tapi itulah pilihan yang ada. Power 80 sudah bisa dibeli lewat marketplace rekanan Itel.
Pasar entry-level Indonesia sesak. Redmi, Narzo, dan saudara-saudara Transsion sendiri sudah berebut ruang di sana. Pertanyaannya, apakah baterai jumbo dan sertifikasi tahan air cukup untuk bikin Power 80 tidak tenggelam di antara mereka? Eksekusi di lapangan yang akan menjawab.