Sepanjang Mei 2026, iQOO tidak main-main. Sub-brand gaming milik Vivo ini bergerak di semua lini sekaligus: meluncurkan 15T di pasar China, menggerus harga seri sebelumnya hingga ke titik yang membuat kompetitor keringat dingin, dan diam-diam mendaftarkan iQOO 16 ke database IMEI GSMA.
iQOO 15T resmi debut dengan chipset MediaTek Dimensity 9500 Monster Edition, varian yang memang diracik khusus untuk keperluan gaming berat. Layarnya LTPO AMOLED 6,82 inci beresolusi 3168 x 1440 piksel, refresh rate 144 Hz, kecerahan puncak 4.500 nits, dan cakupan warna P3. Baterai 8.000 mAh jadi kartu truf utamanya. Harga pembukaan di China berada di kisaran 570 dolar AS, setara sekitar Rp10 jutaan. Belum ada konfirmasi masuk Indonesia, tapi tren seri iQOO 15 yang sudah hadir di pasar lokal membuka peluang.
Seri iQOO 15 standar yang lebih dulu beredar kini mulai bisa didapat dengan harga yang jauh lebih masuk akal. Ponsel berdimensi 163,65 x 76,80 x 8,10 mm dengan bobot 215-220 gram ini mengusung layar 6,85 inci resolusi 3168 x 1440 piksel, baterai silikon anoda generasi keempat berkapasitas 7.000 mAh, pengisian kabel 100W plus nirkabel 40W, kamera triple 50MP, dan sudah jalan di Android 16 dengan antarmuka generasi keenam. Kecepatan baca-tulis storage-nya diklaim menyentuh 10,7 Gbps. Bukan spesifikasi kelas menengah, tapi harganya kini merayap ke wilayah yang bikin orang berpikir dua kali sebelum memilih flagship merek lain.
Di segmen lebih terjangkau, iQOO Z9 5G jadi tulang punggung penjualan mereka di kisaran tiga jutaan. Kekuatannya bukan di angka benchmark. Justru efisiensi daya, stabilitas termal jangka panjang, dan layar refresh rate tinggi yang bikin perangkat ini relevan untuk pemakaian harian. Absennya jack 3,5 mm dan slot microSD memang jadi catatan minor, tapi di kelasnya, kompetitor terdekat seperti Poco X6 5G pun bernasib serupa.
Nah, yang bikin pasar smartphone sungguh-sungguh melirik justru bukan yang sudah resmi meluncur. iQOO 16 muncul di database IMEI GSMA dengan nomor model I2601, didaftarkan oleh Vivo Mobile Communication Co. Ltd pada 22 Mei 2026. Tipster PassionateGeekz yang pertama mengungkap ini menyebut dua opsi chipset: Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan varian Pro Plus-nya. Yang terakhir, kalau data ini bisa dipercaya, agaknya disiapkan khusus untuk iQOO 16 Ultra.
Rumor soal performanya cukup untuk membuat siapa pun berhenti sejenak. Snapdragon 8 Elite Gen 5 di iQOO 15 sudah mencetak 3,78 juta poin di AnTuTu. Generasi berikutnya diklaim bisa menembus 5 juta poin. Lompatan besar. Chipset anyar ini juga disebut dirancang untuk beban kerja AI berat dan gaming kompetitif tanpa lag, dilengkapi sistem pendingin pasif canggih plus chip performa internal yang dikembangkan sendiri oleh iQOO.
Spesifikasi bocoran lainnya tidak kalah agresif: baterai 9.000 mAh, layar OLED 2K Samsung dengan refresh rate 185 Hz, dan sensor telefoto periskop 200MP yang kemungkinan menggunakan sensor Samsung HP5. Angka 185 Hz bukan sekadar gimmick, mengingat standar flagship sekarang rata-rata mentok di 120 atau 144 Hz. Soal banderol, Digital Chat Station memperkirakan iQOO 16 akan dipasarkan di atas 5.000 yuan, sekitar Rp13 jutaan di China.
Bersamaan dengan pendaftaran iQOO 16, Vivo V80 dengan nomor model V2630 juga tercatat di database GSMA. Kandidat chipset-nya adalah Snapdragon 8 Gen 3 atau Dimensity 8000 series, dengan kapasitas baterai diperkirakan di rentang 7.000 hingga 9.000 mAh. Kolaborasi kamera ZEISS yang menjadi ciri khas seri V kemungkinan besar dipertahankan.
Strategi iQOO terbaca gamblang: hajar semua segmen, dari tiga jutaan sampai tiga belas jutaan, sambil terus mendorong batas atas teknologi setiap generasi. Pertanyaannya tinggal satu: kapan semuanya mendarat di Indonesia?