SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  IPO Bulan Ini: ARA Tiga Hari, ARB Menghantui, EMMI...

Finansial

IPO Bulan Ini: ARA Tiga Hari, ARB Menghantui, EMMI Diborong Repo Jumbo

Pesta IPO Juli 2026 berlangsung kilat. ARA maksimal hanya tiga hari, sementara EMMI yang gagal mengunci ARA sejak awal justru menarik perhatian lewat pembelian repo jumbo oleh Yulie Sekuritas senilai ratusan juta lembar saham.

Pesta IPO Begitu Singkat, RANS ARA Cuma 1 Kali - Market

Enam emiten baru yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak pekan lalu seolah jadi cermin kondisi pasar saat ini: semarak di hari pertama, tapi daya tahannya tidak sekuat yang diharapkan. ARA terlama yang berhasil dicetak dari gelombang IPO ini hanya tiga hari beruntun. Jauh dari harapan investor yang biasanya mengincar "tempel ARA" panjang sebagai menu utama.

Dua emiten yang mencetak hat-trick ARA adalah PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL). Tapi kegembiraan JELI berumur pendek. Emiten yang listing sejak Selasa (7/7/2026) itu kini berbalik ke zona auto reject bawah (ARB) berjilid, situasi yang agaknya sudah diperhitungkan sebagian trader tapi tetap saja menyakitkan bagi yang telanjur nyangkut.

Cerita berbeda datang dari PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI). Penyedia alat kesehatan ini gagal mengunci posisi ARA bahkan sejak hari pertama listing pada Rabu (8/7/2026). Saat perdana, saham EMMI sempat menyentuh Rp585, batas ARA-nya, tapi tidak bertahan. Senin (13/7/2026), EMMI ditutup di Rp420, tergerus 4,08 persen dalam sehari. Dari puncak hari pertama ke penutupan pekan berikutnya, koreksinya sudah lebih dari 28 persen. Lumayan dihajar.

Justru di saat harga rontok itulah ada aksi beli besar yang masuk. PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) memborong saham EMMI lewat skema repurchase agreement (repo) dalam dua hari berturut-turut setelah listing. Pada 9 Juli, sehari pasca-IPO, Yulie Sekuritas menyerok 106.838.100 lembar di harga Rp470. Keesokan harinya, tambah lagi 10.200.000 lembar di harga Rp494.

Total akumulasi itu mendongkrak porsi kepemilikan Yulie Sekuritas di EMMI dari 1,52 persen menjadi 8,24 persen, atau setara 143.561.200 lembar saham. Bukan angka main-main untuk emiten yang baru saja debut. Pertanyaannya, repo jumbo di saham baru listing ini sinyal keyakinan jangka menengah, atau sekadar strategi likuiditas sekuritas yang perlu ditilik lebih dalam?

Yulie Sekuritas menegaskan posisinya bukan sebagai pengendali dan tidak berniat mengambil alih kendali atas EMMI, meski kepemilikannya sudah melampaui batas 5 persen yang wajib dilaporkan. Setidaknya itu klaim manajemen. Konsistensi aksi korporasi ke depannya yang akan membuktikan.

Gelombang IPO Juli ini menyuguhkan pelajaran yang sudah berulang kali terjadi: euforia hari pertama tidak selalu berbanding lurus dengan kinerja pasca-listing. PRDL dan JELI berhasil tiga hari ARA, tapi JELI langsung amblas ke ARB. EMMI bahkan tidak sempat menikmati momen itu. Bagi investor ritel yang masuk lewat allotment IPO, pertanyaannya bukan lagi kapan jual di ARA, tapi seberapa dalam kantong mereka untuk menahan posisi kalau pasar tidak berpihak.