MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  iPhone Ultra Lipat: Dua Sel Baterai, Satu Harga ya...

Tekno

iPhone Ultra Lipat: Dua Sel Baterai, Satu Harga yang Bikin Geleng Kepala

Bocoran baterai ganda iPhone Ultra menguat, sementara Caviar sudah lebih dulu jual versi mewahnya sampai Rp 280 juta sebelum Apple resmi umumkan satu pun.

iPhone Lipat Versi "Sultan" Dijual Rp 200 Jutaan, Tapi Bukan Dirilis Apple

Belum satu patah kata pun keluar dari mulut Apple soal iPhone lipat, tapi industri sudah bergerak lebih cepat dari jadwal Cupertino.

Dua bocoran terbaru sepekan ini melengkapi puzzle iPhone Ultra, nama yang disematkan banyak analis untuk ponsel lipat perdana Apple yang diperkirakan meluncur September 2026. Yang pertama datang dari Digital Chat Station, leaker Weibo dengan rekam jejak cukup solid untuk produk Apple: salah satu pemasok baterai Apple baru saja mengantongi sertifikasi untuk dua sel baterai yang diyakini akan dijejalkan ke dalam iPhone Ultra. Dokumen sertifikasi mencatat dua sel dengan kapasitas 1.921 mAh dan 2.962 mAh. Dijumlah, rated capacity-nya 4.883 mAh. Dan karena typical capacity yang dikomunikasikan ke konsumen biasanya lebih besar dari rated capacity, angka 5.000 mAh adalah yang paling masuk akal untuk diiklankan Apple nanti.

Angka itu bukan kebetulan. Kapasitas segitu persis setara dengan Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra yang juga tengah beredar dalam jalur rumor dengan baterai 5.000 mAh, sementara Z Fold8 standar dikabarkan 4.800 mAh. Apple agaknya tidak ingin debut di segmen lipat dengan baterai yang kalah di atas kertas.

Split battery, atau konfigurasi dua sel, memang sudah menjadi standar de facto di kelas foldable. Bukan sekadar pilihan teknis. Engsel memotong ruang internal perangkat, distribusi bobot perlu dijaga agar tidak timpang saat dilipat maupun dibuka. Samsung, Honor, sampai Huawei sudah lama pakai pendekatan serupa.

Soal fisik, foto unit dummy yang diedarkan pembocor Sonny Dickson di platform X memperlihatkan iPhone lipat bakal menganut desain book-style, serupa kebanyakan foldable Android. Layar utama disebut sekitar 7,8 inci, layar luar 5,5 inci. Saat dilipat, proporsinya lebih pendek dan lebih lebar dari iPhone biasa, menyerupai paspor. Modul kamera belakang berbentuk kapsul memanjang di sisi kiri, memuat dua lensa plus flash, sementara kamera depan bertengger di sudut kiri atas layar dalam.

Satu poin yang cukup mengejutkan: beberapa laporan menyebut iPhone Fold kemungkinan tidak membawa Face ID. Sebagai gantinya, Touch ID berbasis tombol power bakal kembali bertugas. Langkah mundur yang bisa jadi mengundang perdebatan di komunitas pengguna Apple yang sudah bertahun-tahun akrab dengan autentikasi wajah. Pertanyaannya, apakah pasar akan menerima begitu saja, atau justru ini yang pertama kali bikin calon pembeli mikir dua kali? Dari sisi perangkat lunak, Apple disebut akan bersandar pada ekosistem aplikasi iPad untuk mengisi layar besar, strategi yang masuk akal mengingat App Store iPhone hampir tidak punya aplikasi yang dioptimalkan untuk rasio layar tablet.

Di sinilah Caviar masuk. Dan ini bagian yang paling absurd sekaligus menarik dari seluruh cerita ini.

Rumah aksesori mewah asal Rusia itu tidak mau menunggu Apple. Lewat video 37 detik, Caviar memperkenalkan koleksi "The Flagship: The First Foldable Phone by Caviar", yang pada dasarnya adalah konsep iPhone lipat versi mereka, disusun berdasarkan bocoran yang beredar di internet, lalu dibungkus material yang tidak main-main: titanium, kulit buaya asli, perak sterling, serat karbon, sampai emas 18 karat.

Empat varian, masing-masing hanya 19 unit di seluruh dunia. Termurah, Titan dengan bodi titanium hitam berlapis PVD dan panel kulit buaya hitam, dibanderol 13.840 dollar AS atau sekitar Rp 249 juta. Di atasnya ada Dark Cherry seharga 14.270 dollar AS (sekitar Rp 256,8 juta), terinspirasi dari bocoran warna iPhone 18 Pro dengan aksen emas 24 karat di atas kulit buaya ungu tua. Varian Silver pakai panel perak sterling dengan logo Apple tiga dimensi dari perak murni, dijual 15.270 dollar AS (sekitar Rp 274,8 juta). Puncaknya, Gold, mulai 15.560 dollar AS atau Rp 280 juta, dengan serat karbon berbenang emas, bingkai berlapis emas 24 karat, dan logo Apple timbul dari emas 18 karat. Caviar menyebutnya penghormatan atas ulang tahun Apple ke-50. Romantis, kalau bukan karena harganya bisa beli mobil.

Ini bukan produk Apple. Caviar menjual mimpi, dan rupanya ada segmen pasar yang bersedia membayar harga itu hanya untuk memiliki "interpretasi mewah" dari perangkat yang bahkan belum resmi diumumkan. Entah kebetulan atau tidak, langkah Caviar justru semakin memanaskan antisipasi terhadap pengumuman resmi Apple di September nanti. Kalau data bocoran ini bisa dipercaya, kita tinggal menghitung bulan.