MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Investor China Incar 51% Saham EKAD, Pengendali Bi...

Bisnis

Investor China Incar 51% Saham EKAD, Pengendali Bisa Berpindah Tangan

PT Ekadharma Inti Perkasa, pemegang saham mayoritas EKAD, menandatangani LoI akuisisi dengan Fujian Youyi Adhesive Tape Group asal China yang membidik 51% saham beredar senilai 1,78 miliar lembar.

EKAD Akan Menjual 51% Saham Kepada Investor Asal China

Pemegang saham mayoritas PT Ekadharma International Tbk (EKAD) membuka pintu bagi masuknya investor asal China, sebuah langkah yang kalau berjalan mulus akan mengubah peta kendali emiten pita perekat ini secara fundamental.

PT Ekadharma Inti Perkasa, yang saat ini menggenggam 82,26% saham EKAD atau setara 2.874.012.300 lembar, menandatangani Letter of Intent for Equity Acquisition dengan Fujian Youyi Adhesive Tape Group Co., Ltd. pada 11 Agustus 2026. Kesepakatan awal itu diungkap ke publik sehari kemudian melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

Target akuisisi yang tertera dalam LoI cukup besar: 51% dari total saham beredar EKAD, atau tepatnya 1.781.876.250 lembar saham. Porsi sebesar itu bukan posisi minoritas. Fujian Youyi berpotensi duduk sebagai pemegang saham pengendali baru, menggantikan PT Ekadharma Inti Perkasa yang selama ini jadi tulang punggung kepemilikan.

Corporate Secretary EKAD, Lie Phing, mengonfirmasi penandatanganan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kesepakatan ini belum menyentuh operasional maupun kondisi keuangan perseroan. "Dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha emiten atau perusahaan publik: tidak ada," tulis perseroan dalam keterbukaan informasi.

Pernyataan standar. Jamak muncul dalam setiap disclosure korporasi. Yang belum diungkap justru dua hal yang paling dinantikan pasar: berapa valuasi transaksi ini, dan kapan penyelesaiannya ditargetkan.

Fujian Youyi Adhesive Tape Group bukan nama kecil di industri pita perekat global. Perusahaan ini beroperasi di Eastern Zone, Jiangyin Port Economic Zone, Fuqing City, Provinsi Fujian, China. Secara sektoral, masuknya mereka ke EKAD terasa logis, bukan akuisisi oportunistik semata, mengingat EKAD bergerak di segmen yang persis sama.

Di lantai bursa, sentimen ini agaknya sudah terbaca lebih dulu. Saham EKAD menguat 3,49% dalam sepekan terakhir ke level Rp178, dan naik 5,95% dalam sebulan. Kalau dihitung sejak awal tahun, saham ini masih terkoreksi 3,26%, jadi euforianya belum sampai taraf yang mengkhawatirkan.

Pertanyaannya, seberapa jauh LoI ini akan berlanjut? Ingat: LoI bukan perjanjian mengikat. Masih banyak rintangan sebelum transaksi ini bisa dinyatakan rampung, termasuk uji tuntas, persetujuan regulator, hingga kemungkinan RUPSLB jika struktur kepemilikan berubah drastis. Akuisisi lintas batas yang melibatkan perpindahan kendali perusahaan publik, setidaknya berdasarkan pengalaman transaksi serupa, jarang beres dalam hitungan minggu.