RABU, 14 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Intel Unjuk Tiga Arsitektur Sekaligus di Hot Chips...

Tekno

Intel Unjuk Tiga Arsitektur Sekaligus di Hot Chips 2026, dari Server 256-Core hingga Laptop Murah

Di Hot Chips 2026, Intel membeberkan Diamond Rapids, Crescent Island, dan Wildcat Lake — tiga arsitektur yang dirancang menyapu kebutuhan agentic AI dari pusat data kelas enterprise hingga laptop mainstream seharga Rp7 jutaan.

Intel Siapkan Tiga Arsitektur Baru untuk Agentic AI

Hot Chips 2026 menjadi panggung Intel untuk menjawab satu pertanyaan besar: serius tidak sih mereka di AI? Jawabannya datang dalam tiga paket sekaligus. Diamond Rapids untuk server enterprise, Crescent Island untuk inferensi di pusat data, dan Wildcat Lake untuk laptop mainstream. Cakupannya luas, ambisinya jelas.

CTO Intel Pushkar Ranade menegaskan bahwa agentic AI "secara fundamental mengubah cara kami merancang dan menghadirkan komputasi, mulai dari transistor dan kemasan chip hingga keseluruhan arsitektur sistem." Ranade menambahkan bahwa masa depan komputasi akan semakin bergantung pada integrasi komputasi serbaguna dengan akselerator khusus dan teknologi chiplet terbuka berbasis UCIe.

Dari ketiganya, Diamond Rapids yang paling banyak dikuliti detailnya. Prosesor Xeon generasi berikutnya ini, rencananya dipasarkan dengan merek Xeon 7, menawarkan konfigurasi flagship hingga 256 core dengan cache last-level 1,28 GB, 16 kanal memori berkecepatan 12.800 MT/s, 128 jalur PCIe Gen6, dan CXL 3.0. Dibangun di atas proses node Intel 18A-P menggunakan chiplet 16-core, prosesor ini juga mengusung Foveros Direct 3D dan interkoneksi UCIe-S. Bukan angka yang kecil. Tapi ada satu catatan yang bikin sejumlah analis mengernyitkan dahi: Diamond Rapids tidak mendukung hyperthreading. Rivalnya, AMD EPYC 9996, juga hadir dalam konfigurasi 256-core tapi dibangun di atas node 2nm TSMC dan tetap mendukung hyperthreading, yang secara efektif menggandakan jumlah thread. Belum lagi soal jadwal. Diamond Rapids baru meluncur pada 2027, sementara AMD sudah lebih dulu bercokol di pasar dengan produk yang lebih matang.

Crescent Island agaknya menjadi desain yang paling provokatif dari ketiganya. GPU inferensi berbasis arsitektur Xe3P ini hadir sebagai kartu PCIe berpendingin udara dengan konsumsi daya 350 watt, mengusung 32 Xe Core dan 256 XMX engine. Keputusan yang cukup mengejutkan: Intel memilih LPDDR5X alih-alih HBM, yang lazim dipakai Nvidia dan AMD di kelas ini. Kapasitas memorinya diklaim hingga 480 GB, tapi perlu dicermati angka itu berlaku untuk mitra ODM yang membangun konfigurasi sendiri. Kartu bermerek Intel sendiri dibatasi di 160 GB. Intel juga masih bungkam soal bandwidth memori, angka yang sebetulnya krusial karena langsung menentukan throughput decode dan, kalau data ini bisa dipercaya, menentukan ekonomi per token.

Sisi arsitektural Crescent Island cukup solid. Register file setiap Xe Core berlipat ganda menjadi 1 MB dari 512 KB pada generasi sebelumnya, cache L1 naik menjadi 512 KB, dan mesin XMX kini memiliki kedalaman sistolik 16, jauh lebih dalam dibanding desain empat tingkat pada Xe2 dan Xe3. Chip ini mendukung FP4 dengan microscaling hingga FP64 penuh, menjadikannya kandidat konvergen untuk HPC dan AI sekaligus. Intel memposisikan Crescent Island untuk beban kerja prefill yang terikat komputasi, dan menyebut speculative decoding sebagai ceruk yang bisa digarap arsitektur ini dengan baik. Bukan chip yang akan menumbangkan H100. Tapi Intel agaknya tidak sedang berambisi ke sana.

350 watt dengan pendingin udara. Itu angka yang tidak main-main untuk GPU inferensi yang bisa dijejalkan ke server konvensional tanpa upgrade infrastruktur daya atau pendinginan. Bak gayung bersambut dengan strategi pelanggan yang sudah terlanjur investasi di pusat data lama.

Wildcat Lake, satu-satunya dari ketiganya yang sudah bisa dibeli hari ini, dipasarkan sebagai Intel Core Series 3. Chip ini wujud nyata dari Project Firefly, strategi Intel memangkas biaya laptop mainstream hingga bisa dijual mulai sekitar USD 450, atau sekitar Rp7,3 juta. Pemangkasannya cukup ekstensif: dari empat P-core menjadi dua, LLC dari 12 MB menjadi 6 MB, GPU terintegrasi dari empat menjadi dua Xe core dengan ray tracing dihapus, NPU dipangkas dari 53 TOPS menjadi 17 TOPS. Area compute die menyusut 38%. Intel mengganti pengemasan Foveros dengan organic multi-chip package berbasis UCIe, ukuran packaging turun dari 50x25 mm menjadi 35x25 mm. Meski lebih kecil dan lebih murah, Wildcat Lake tetap mempertahankan Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, dan Thunderbolt 4.

Tapi ada satu masalah yang tidak bisa disembunyikan. NPU 17 TOPS pada Wildcat Lake masih jauh di bawah ambang 40 TOPS yang disyaratkan Microsoft untuk sertifikasi Copilot+. Setidaknya itu klaim Intel: total platform bisa mencapai 40 TOPS jika CPU, GPU, dan NPU dijumlahkan. Tapi klaim semacam itu mudah dipersoalkan. Untuk laptop yang ingin dijual dengan narasi AI, ini titik lemah yang cukup mencolok.

Pertanyaannya bukan soal visi. Visi Intel di Hot Chips 2026 sudah cukup terbaca. Yang masih perlu dibuktikan adalah eksekusi: apakah Diamond Rapids bisa datang tepat waktu di 2027, apakah Crescent Island bisa memenangkan pelanggan tanpa mengungkap angka bandwidth memori, dan apakah Wildcat Lake cukup untuk menahan laju laptop ARM yang makin agresif di segmen mainstream. Tiga pertanyaan terbuka. Satu peta jalan yang baru setengah terbukti.