JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Intel Starfire: SoC Berbasis 18A yang Siap Jalanka...

Tekno

Intel Starfire: SoC Berbasis 18A yang Siap Jalankan AI di Orbit

Intel meluncurkan Starfire, SoC berbasis proses 18A yang dirancang khusus untuk satelit dan wahana antariksa, dengan kemampuan inferensi AI hingga 75 TOPS langsung di orbit.

China unifies tech sector to build grid-free orbiting satellite AI data centers, challenging Elon Musk's SpaceX — Beijing's forced chip and satellite alliance announced a week before Musk's AI1 reve

Intel Corp. rupanya tidak puas hanya bersaing di bumi. Perusahaan semikonduktor asal Santa Clara itu memperkenalkan Intel Starfire, sebuah System-on-Chip yang dibangun di atas proses manufaktur 18A mereka, dan satu-satunya destinasi yang dituju adalah luar angkasa.

Bukan server, bukan PC gaming, bukan laptop tipis. Starfire dirancang dari awal untuk hidup di dalam satelit dan wahana antariksa, tempat di mana suhu bisa terjun bebas ke -55°C atau memanggang hingga 125°C, dan radiasi kosmik bisa melumpuhkan chip biasa dalam hitungan bulan.

Chip ini hadir dalam dua varian. Versi low-power membawa TDP 10W dengan clock CPU hingga 1,0 GHz, cocok untuk satelit kecil yang sumber dayanya terbatas. Versi performance membawa TDP 35W, dengan Performance-core yang bisa melesat hingga 3,1 GHz, lebih agresif untuk misi yang butuh tenaga komputasi serius. Keduanya memakai konfigurasi CPU 8-core: empat Performance-core dan empat Efficiency-core, plus GPU berbasis Intel 3 dengan empat Xe-core dan 64 Execution Unit.

Kapabilitas AI-nya, agaknya, yang paling bikin mata terbelalak. Intel menyematkan NPU di dalam Starfire dengan performa hingga 45 TOPS pada varian hemat daya dan 75 TOPS di versi performance. Bukan angka kecil untuk chip antariksa. Kombinasi CPU, GPU, dan NPU ini memungkinkan satelit memproses data langsung di orbit, tanpa harus terus-menerus mengirim paket ke stasiun bumi dan menunggu instruksi balik. Latensi komunikasi bumi-orbit bisa jadi penghambat nyata. Starfire mencoba memotong jalur itu.

Target pengiriman sampel perdana: kuartal ketiga 2026. Bukan jadwal dekat, tapi industri antariksa memang tidak bisa terburu-buru soal sertifikasi komponen.

Langkah ini datang di momen yang tidak kebetulan buat Intel secara bisnis. Segmen Pusat Data dan AI perusahaan diproyeksikan tumbuh 42% secara tahunan menjadi sekitar 5,6 miliar dolar AS pada kuartal kedua 2025, dari total pendapatan yang diperkirakan menyentuh 14,4 miliar dolar AS. Angka resminya baru akan diumumkan pada 23 Juli. Kalau data ini bisa dipercaya, Starfire bisa jadi bagian dari narasi besar Intel: bahwa proses 18A mereka bukan sekadar mengejar TSMC di segmen mainstream, tapi juga membuka ceruk yang selama ini masih dikuasai chip-chip dengan node manufaktur jauh lebih tua.

Sebagian besar satelit yang beroperasi hari ini masih mengandalkan prosesor lama. Keterbatasan sertifikasi dan toleransi radiasi jadi alasan klasiknya. Intel, dengan Starfire, sedang mencoba membuktikan bahwa teknologi modern bisa masuk ke orbit tanpa mengorbankan keandalan. Klaim yang belum terbukti. Tapi arahnya jelas.