Satu pertanyaan yang makin sering muncul di forum konsumen Indonesia: apakah fitur AI di smartphone 2026 benar-benar terpakai, atau cuma kelihatan canggih di booth pameran lalu dilupakan begitu sampai rumah?
Infinix agaknya sadar betul dengan skeptisisme itu. Lewat seri terbarunya, Note 60 Pro, mereka bukan sekadar menjual spesifikasi di atas kertas. Sergio Ticoalu, Southeast Asia Marketing Director Infinix, bahkan tegas mengakui bahwa pengguna sebenarnya tidak peduli label "AI-powered" yang terpampang di kardus. "User sebenarnya tidak terlalu peduli apakah sebuah fitur menggunakan AI atau tidak. Yang penting adalah apakah teknologi itu membantu kehidupan sehari-hari mereka secara nyata," ujar Sergio.
Perangkat ini resmi masuk pasar Indonesia sejak 19 Februari 2026, diluncurkan di Garuda Wisnu Kencana, Bali. Per Juni 2026, harganya terpantau stabil di seluruh jaringan ritel resmi, termasuk Erafone, Tokopedia, Shopee, dan Blibli. Tanpa flash sale panik, tanpa penurunan harga mendadak. Sinyal bahwa permintaan masih sehat menjelang pertengahan tahun.
Dapur pacunya adalah Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 dengan fabrikasi 4nm, prosesor octa-core yang konfigurasi intinya terbagi dalam tiga lapisan kecepatan: satu inti Cortex-A720 di 2,7 GHz sebagai puncak performa, tiga inti A720 di 2,4 GHz, dan empat inti A520 efisiensi di 1,8 GHz. GPU Adreno 810 mengawal sisi grafisnya. Skor AnTuTu v11 di pengujian internal menembus 1,1 juta poin, sementara pengujian eksternal mencatat 1.064.913 poin. Bukan angka kecil untuk kelas menengah.
Robiat Fahlevie, Marketing Manager Qualcomm Indonesia, menegaskan bahwa chipset kini bukan lagi mesin pemrosesan biasa. "AI membutuhkan processing power yang besar. Karena itu, performa chipset menjadi fondasi utama agar fitur AI bisa berjalan optimal tanpa mengorbankan efisiensi daya maupun responsivitas perangkat," jelas Robiat. Artinya, klaim AI apa pun yang dijejalkan ke antarmuka sepenuhnya bergantung pada seberapa kuat pondasi silikonnya.
78% lebih cepat dari Note 50 Pro. Begitu klaim Infinix soal lompatan performa Note 60 Pro. Angka yang patut dicermati, karena skenario pengujiannya biasanya terkontrol ketat. Tapi dalam simulasi Wildlife Extreme selama 30 menit nonstop, perangkat ini mencatat 1.194 poin dengan suhu terjaga, berkat sistem pendingin 3D IceCore berbasis Vapor Chamber seluas 4.758 mm². Waktu booting-nya juga singkat: 20 detik hingga ke menu utama.
Soal AI yang "tidak terasa seperti AI", itulah pendekatan yang coba diusung XOS 16 bersama Infinix AI Assistant bernama Folax. Axellio Vincent, Product Manager OS Infinix, bilang bahwa AI modern harus bekerja di balik layar, bukan menjadi fitur yang hanya dicoba sekali lalu terlupakan. "AI seharusnya terasa natural. Bukan fitur yang hanya dicoba sekali lalu dilupakan," ungkap Axellio. Pendekatan ini, kalau data penggunaan nyata bisa membuktikannya, adalah respons langsung terhadap tren dua tahun terakhir di mana setiap merek berlomba menempelkan label "AI" pada fitur yang sebetulnya sudah ada sejak lama dengan nama berbeda.
Untuk konsumen kelas menengah yang tidak mau nyangkut di harga lalu kecewa di performa, Note 60 Pro terasa seperti taruhan yang cukup masuk akal. Stok dilaporkan masih aman di kota-kota besar. Pertanyaannya tinggal satu: apakah Folax benar-benar "natural" dalam tiga bulan pemakaian, bukan hanya saat unboxing di depan kamera?