Infinix HOT 70 resmi tersedia di pasar Indonesia mulai 25 Mei 2026 pukul 00.00 WIB, membawa baterai 6.000 mAh, chipset MediaTek Helio G100 Ultimate berarsitektur 6nm, dan layar 120Hz yang agaknya menjadi kombinasi paling kompetitif di kelasnya saat ini.
Peluncuran digital berlangsung sehari sebelumnya, 24 Mei, melalui kanal resmi Infinix Indonesia. Penjualan kemudian dibuka lewat sejumlah platform e-commerce dan mitra distribusi resmi, menyasar segmen konsumen muda yang aktif di media sosial dan gemar hiburan digital.
Soal dapur pacu, perangkat ini mengandalkan Helio G100 Ultimate yang diklaim mampu menjaga stabilitas performa hingga 72 bulan pemakaian. Bukan klaim kecil. Infinix juga menjanjikan pembaruan OS selama tiga tahun dan dukungan software hingga lima tahun lewat XOS 16.
Untuk memori, HOT 70 hadir dalam konfigurasi RAM LPDDR4X mulai 4GB, 6GB, hingga 8GB, berpasangan dengan penyimpanan internal UFS 2.2 sebesar 128GB atau 256GB. Slot microSD terpisah mendukung ekspansi hingga 2TB. Harga diposisikan di kisaran Rp2 jutaan.
Layarnya membentang 6,78 inci dengan panel IPS a-Si, resolusi HD+ 1576x720 piksel, refresh rate 120Hz, dan kecerahan tipikal 560 nits. Bukan resolusi tertinggi di kelasnya, memang, tapi 120Hz dan kecerahan segitu cukup untuk aktivitas di luar ruangan.
Baterai jadi kartu truf utama. 6.000 mAh. Infinix mengklaim ketahanannya mencapai 9,7 jam untuk sesi game MOBA atau 22,4 jam pemakaian harian. Pengisian daya 45W Lightning FastCharge diklaim mengisi dari 1% ke 50% hanya dalam 25 menit, angka yang patut dicermati lebih lanjut dalam penggunaan nyata. Ada pula reverse charging 10W untuk kebutuhan darurat. Satu fitur yang menarik perhatian: teknologi Self-Healing pada baterai, diklaim memulihkan 1% kesehatan baterai setiap 200 siklus pengisian. Fitur All-Time Adaptive Bypass Charging turut disertakan, mengalirkan daya langsung ke motherboard saat bermain game untuk menekan suhu.
Dari sisi desain, Infinix mengusung Dynamic Shine Design dengan finishing Velvet-Smooth Finish pada bodi belakang. Bobot 195 gram, ketebalan 7,49 mm, terbilang ramping untuk kelas baterai jumbo. Ada Crystal Mood Island pada modul kamera belakang yang memantulkan cahaya berwarna, semacam pembeda visual yang bisa jadi eye-catcher di keramaian.
Enam pilihan warna: Night Pulse, Dive Blue, Silver Dancer, Green Texture, Quiet Violet, dan Thermo Orange. Perangkat ini mengantongi sertifikasi IP65, tahan debu dan cipratan air, plus bintang lima dari SGS dan fitur Folax Speaker Water Cleaner.
50MP di belakang, 8MP di depan. Keduanya sudah dibekali Electronic Image Stabilization, dan kamera utama mampu merekam video 2K di 30fps. Infinix turut menyertakan fitur One-Tap AI Flash Memo untuk optimasi pengalaman fotografi berbasis kecerdasan buatan.
Dari sisi regulasi, perangkat bernomor model X6895B ini telah mengantongi sertifikat SDPPI bernomor 119275/DJID/2026 sejak 4 Maret 2026, dengan nilai TKDN 35,75 persen, melampaui ambang batas minimum yang ditetapkan pemerintah.
Untuk pemasaran, Infinix menggandeng JKT48 sebagai wajah utama kampanye "Find Your Color", mengajak konsumen mengeksplorasi karakter warna mereka lewat aktivitas digital interaktif. "HOT 70 Series kami hadirkan untuk generasi muda yang ingin smartphone stylish dengan pengalaman penggunaan yang semakin nyaman dan relevan dengan gaya hidup mereka saat ini," ujar Country Manager Infinix Indonesia Tommy Xiong.
Pertanyaannya sekarang sederhana: di segmen Rp2 jutaan yang sudah sesak, apakah kombinasi baterai besar, jaminan performa enam tahun, dan kolaborasi JKT48 cukup untuk membuat HOT 70 benar-benar menonjol, atau ini sekadar pertempuran spesifikasi seperti biasanya?