SENIN, 28 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Indonesia Automotive Awards 2026: Ducati, Komunita...

Bisnis

Indonesia Automotive Awards 2026: Ducati, Komunitas, dan Obrolan Ekspor di Halaman MNC Tower

Malam puncak Indonesia Automotive Awards 2026 di MNC Tower bukan sekadar seremoni. Dari Ducati Panigale hingga pernyataan Wamendag soal multiplier effect otomotif ke ekonomi nasional, semua berkumpul dalam satu malam.

Indonesia Automotive Awards 2026, Wamendag: Bawa Semangat Inovasi untuk Ekonomi - News+ on RCTI+

Kamis malam (13/8/2026), halaman kompleks MNC Tower di Jakarta berubah jadi paddock dadakan. Ducati Panigale, Ducati Monster, Harley-Davidson, Royal Enfield, Mercedes-Benz klasik, sampai VW Combi berjejer menyambut tamu undangan di malam puncak Indonesia Automotive Awards 2026 besutan iNews Media Group.

Kehadiran komunitas otomotif itu bukan sekadar pemanis acara. Sudah jauh melampaui format seremonial biasa, gelaran semacam ini kini terasa seperti perayaan ekosistem utuh, dari kolektor motor klasik sampai penggemar supersport Italia. Ruang yang jarang terjadi, kalau boleh jujur.

Tapi ada substansi yang lebih berat dari sekadar pameran kendaraan. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri hadir dan bicara soal sesuatu yang lebih konkret: kontribusi industri otomotif terhadap ekonomi nasional. Ia mengapresiasi penyelenggaraan ajang ini sebagai bentuk motivasi nyata bagi para pelaku industri untuk tidak berhenti berinovasi. "Ini bukan hanya komitmen, tapi juga motivasi yang dibutuhkan sehingga seluruh pemenang ataupun yang belum menang untuk bisa terus berinovasi," ujar Dyah di MNC Conference Hall.

Dari sana, ia masuk ke angka yang lebih serius. Produk otomotif beserta komponennya disebut sebagai salah satu penyumbang ekspor terbesar Indonesia, sekaligus unggulan di sektor manufaktur. Klaim yang patut dicermati, mengingat tekanan neraca perdagangan belakangan ini. Dyah juga menekankan efek berganda ketika proses produksi otomotif berlangsung di dalam negeri: serapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi secara agregat. Bukan angka kecil.

Kementerian Perdagangan, lanjutnya, akan menjadi jembatan antara pelaku usaha otomotif lokal dengan pasar internasional. Target eksplisitnya: mendongkrak volume ekspor. Agaknya bukan retorika biasa, mengingat pemerintah tengah aktif mendorong hilirisasi dan pendalaman rantai pasok manufaktur domestik.

Dan di luar gedung, VW Combi itu tetap parkir manis. Entah kebetulan atau tidak, kendaraan yang lahir di era ketika "ekspor otomotif Indonesia" belum jadi kalimat yang lazim itu justru jadi semacam cermin retak dari seberapa jauh industri ini sudah melangkah. Penggemar Royal Enfield berbagi lantai dengan diskusi kebijakan ekspor. Keduanya bicara soal hal yang sama.