SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  IHSG Tergerus 0,91% di Sesi I, Saham Grup Prajogo...

Finansial

IHSG Tergerus 0,91% di Sesi I, Saham Grup Prajogo Lari Kencang Melawan Arus

IHSG ditutup melemah 56,67 poin ke 6.149,68 pada sesi pertama Selasa, dihantam tekanan jual dari saham bank besar dan sektor industri. Di sisi lain, saham-saham energi dan petrokimia grup Prajogo justru melesat, sementara MGNA dan ARTA memimpin daftar top gainers.

IHSG Jatuh, 5 Saham Malah Catat Cuan Gede - Halaman all

IHSG terperosok ke level 6.149,68 pada penutupan sesi pertama Selasa (27/5/2026), tergerus 56,67 poin atau 0,91 persen dari posisi sehari sebelumnya. Tekanan jual mendominasi sejak bel pembukaan. Indeks sempat tergelincir ke titik terendah harian di 6.132,35 sebelum sedikit pulih, setelah sebelumnya menyentuh puncak harian di 6.286,87.

Nilai transaksi menembus Rp9,13 triliun dengan frekuensi perdagangan 1,22 juta kali. Dari total saham yang aktif diperdagangkan, 396 saham berakhir di zona merah, hanya 253 yang berhasil menghijau, dan 169 sisanya stagnan. LQ45 anjlok 1,18 persen, cermin dari betapa meratanya tekanan di segmen blue chip.

Sektor perindustrian paling babak belur, ambles 1,75 persen. Barang konsumsi primer menyusul dengan pelemahan 1,63 persen, lalu keuangan tergerus 1,35 persen. Yang sedikit bertahan: transportasi menguat 0,85 persen, barang baku naik tipis 0,17 persen, dan kesehatan 0,04 persen.

Pemicu utama tekanan? Saham berkapitalisasi besar. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 2,21 persen ke level 3.100, jadi salah satu beban terberat indeks hari ini. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) lebih parah lagi, amblas 7,50 persen ke 444. Dua nama itu cukup untuk menjelaskan kenapa sektor keuangan compang-camping.

Tapi ada cerita lain yang jauh lebih menarik hari ini.

Saham-saham afiliasi grup Prajogo Pangestu bergerak liar ke atas, seolah sedang berdagang di bursa berbeda. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terbang 9,12 persen ke 1.615, menjadi salah satu saham paling diperbincangkan pelaku pasar sepanjang sesi. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melesat 7,65 persen ke 1.900. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 4,94 persen ke 510, sedangkan PT Petrosea Tbk (PTRO) melonjak 6,15 persen ke 3.800. Entah kebetulan atau tidak, gerakan serempak konglomerasi ini terjadi tepat di hari pasar sedang lesu. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) ikut mencuri perhatian, naik 7,24 persen ke 815.

Di daftar top gainers, ada nama-nama yang bergerak jauh lebih ekstrem. PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) melesat 30,68 persen ke Rp115, memimpin penguatan harian. PT Arthavest Tbk (ARTA) melejit 23,5 persen ke Rp2.470. PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik 19,83 persen ke Rp139. Kenaikan di atas 20 persen dalam satu sesi untuk saham seperti ini agaknya perlu dicermati lebih jauh, karena volume dan likuiditasnya tidak selalu konsisten. Melengkapi daftar, PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN) naik 13,92 persen ke Rp90 dan PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) menguat 10,08 persen ke Rp131.

Di ujung berlawanan, PT Tunas Alfin Tbk (TALF) dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) keduanya membentur batas ARB. TALF amblas 14,87 persen ke Rp830, ASPR jatuh 14,63 persen ke Rp210. Nyangkut dalam satu hari.

Bursa Asia juga tidak banyak membantu. Nikkei melemah 0,31 persen, Shanghai terkoreksi 0,76 persen, Straits Times turun 0,3 persen. Hang Seng jadi pengecualian tipis dengan penguatan 0,34 persen.

Selama tekanan pada BBRI dan saham-saham perbankan besar belum mereda, sulit membayangkan IHSG bisa keluar dari zona merah di sesi kedua hanya mengandalkan kenaikan saham energi dan petrokimia.