JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  IHSG Sepekan Terkoreksi, tapi Nilai Transaksi Mele...

Finansial

IHSG Sepekan Terkoreksi, tapi Nilai Transaksi Meledak 30%

IHSG melemah 0,56% ke level 6.127 sepanjang 25-29 Mei 2026, namun rata-rata nilai transaksi harian justru melonjak 30,37% menjadi Rp 28,38 triliun. Di balik koreksi indeks, sejumlah saham mencetak cuan jumbo hingga 34%.

Meski IHSG Turun Dalam Sepekan, Nilai Transaksi Saham di BEI Naik Tajam 30%

Angka yang paling menarik perhatian pekan ini bukan level IHSG-nya, tapi nilai transaksinya. Sepanjang perdagangan 25-29 Mei 2026, rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia melonjak 30,37% menjadi Rp 28,38 triliun, naik dari Rp 21,77 triliun sepekan sebelumnya. Adapun indeksnya sendiri justru terkoreksi 0,56% dan parkir di level 6.127,381.

Kontradiksi ini patut dicermati. Volume transaksi harian menyusut 15,6% menjadi 30,95 miliar saham, dan frekuensi transaksi harian pun turun 10,87% menjadi 2,11 juta kali. Lebih sedikit lot, lebih sedikit frekuensi, tapi nilainya justru membesar. Bau uang besar yang bergerak ke saham-saham berkapitalisasi jumbo, bukan ke saham recehan.

Kapitalisasi pasar BEI ikut terangkat 0,88% menjadi Rp 10.729 triliun dari Rp 10.635 triliun, atau sekitar Rp 94 triliun lebih gemuk. Paradoks kecil: indeks turun, market cap naik. Kalau data ini bisa dipercaya sebagai sinyal, bisa jadi saham-saham berbobot besar di indeks yang menopang market cap, sementara yang amblas lebih banyak dari kelompok mid-small cap yang bobotnya ringan.

Tekanan jual asing belum mereda. Net sell investor asing pekan ini tercatat Rp 8,519 triliun, sehingga akumulasi sejak awal 2026 sudah menembus Rp 53,971 triliun. Masif. Tapi selisih antara derasnya arus keluar asing dan naiknya nilai transaksi agaknya mencerminkan investor domestik yang cukup aktif menyerap.

Pertanyaannya, siapa yang mencetak cuan? PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 34,69%, dari Rp 2.450 menjadi Rp 3.300. Di belakangnya, PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) melejit 33,33% ke Rp 1.040, lalu PT Aman Agrindo Tbk (GULA) terbang 28,54% ke Rp 545, dan PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) menguat 28,48% ke Rp 212.

Nama-nama lain yang masuk mesin cuan pekan ini: PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) terdongkrak 26,75% ke Rp 995, PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 24,53% ke Rp 4.670, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 22,33% ke Rp 630. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) pun terkerek 20,87% ke Rp 1.940.

Nyangkut dalam. PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) ambles 37,85% ke Rp 179, menjadi top loser terbesar pekan ini. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) anjlok 27,14%, diikuti PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang ambrol 24,82%. Yang agak mengejutkan, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) masuk daftar top losers dengan penurunan 19,3% ke Rp 1.150, entah kebetulan atau tidak persis ketika sentimen konsumsi sedang tidak terlalu cerah.

Di luar hiruk-pikuk perdagangan, BEI pekan ini menyelenggarakan Strategic Leadership Dialogue bersama OJK dan Ikatan Akuntan Indonesia, membahas implementasi Standar Pengungkapan Keberlanjutan yang selaras dengan IFRS S1 dan IFRS S2. Relevan buat investor jangka panjang yang mulai serius menimbang faktor ESG dalam keputusan portofolionya.